MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Rabu, Oktober 7, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home News

Tim FABACE USK Juara I Microteaching Internasional di FAKIP 6 Edufair 2025

Aininadhirah by Aininadhirah
22 Januari 2026
in News
0

Peserta lomba FKIP 6th International Edufair dari berbagai universitas dan cabang lomba | foto: dok untuk masakini.co

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Universitas Syiah Kuala (USK). Tim Facilitator of Biology Action for Climate Education (FABACE) berhasil meraih Juara I Microteaching Competition pada ajang FAKIP 6 International Edufair 2025 yang berlangsung di Kampus FKIP USK, Darussalam, Banda Aceh, pada 20–23 November 2025 lalu.

Tim yang beranggotakan Rania Dzakira, Fazia Unzila, M. Sultan Zakia, dan Nia Ananda Puspa ini tampil unggul dibandingkan tim dari Universitas Ahmad Dahlan, Universitas Muhammadiyah Semarang, dan Universitas Tadulako.

RelatedPosts

Usia Senja Tak Jadi Batas, Lima Lansia di Aceh Besar Raup Penghasilan dari Ayam Kampung

Aceh Diminta Berhenti Jual Komoditas Mentah, Hilirisasi Jadi Arah Baru Ekonomi

Kejari Banda Aceh Tahan Oknum Dosen dalam Kasus Dugaan Korupsi Beasiswa Aceh

Dalam kompetisi tersebut, Tim FABACE mengusung microteaching bertajuk “Implementation of the RUNAMI Game Media in Disaster Mitigation Education to Support Climate Action (SDGs 13)”. Pembelajaran ini diterapkan pada siswa kelas X SMA Lab School dengan pendekatan permainan edukatif yang memadukan mitigasi bencana, perubahan iklim, dan kearifan lokal Aceh.

Ketua Tim FABACE, Rania Dzakira, menyebutkan bahwa gagasan ini lahir dari kondisi Aceh sebagai wilayah rawan bencana. “Kami ingin pembelajaran yang tidak hanya berisi teori, tetapi juga memberi pengalaman langsung kepada siswa untuk berpikir cepat, bekerja sama, dan mengambil keputusan dalam situasi darurat,” ujarnya, Kamis (22/1/2026).

Dosen Pembimbing, Dr. Wiwit Artika, mengatakan capaian tersebut mencerminkan kemampuan mahasiswa FKIP USK dalam merancang pembelajaran yang kontekstual dan relevan dengan isu global. Menurutnya, integrasi SDGs, teknologi, dan kearifan lokal menjadi kekuatan utama tim.

Dewan juri memberikan apresiasi atas orisinalitas ide, kedalaman materi, serta metode pembelajaran yang dinilai aplikatif dan mudah diterapkan di sekolah. Media permainan RUNAMI juga dinilai memiliki potensi besar untuk mendukung edukasi kesiapsiagaan bencana sejak dini.

Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni FKIP USK, Drs. Abu Bakar, M.Si., menilai kemenangan ini semakin menegaskan komitmen FKIP USK dalam mendorong inovasi pembelajaran dan prestasi mahasiswa di tingkat nasional maupun internasional.

Melalui pencapaian ini, Tim FABACE berharap konsep pembelajaran berbasis permainan dapat diadaptasi lebih luas untuk membangun kesadaran generasi muda terhadap mitigasi bencana dan perubahan iklim.

Tags: FAKIP 6 International Edufair 2025Tim FABACEUSK
Previous Post

Pelaku Pencurian dengan Kekerasan di Banda Aceh Ditangkap Setelah Buron Empat Bulan

Next Post

Pernikahan di Aceh Menurun Drastis, Kebijakan Usia 19 Tahun Jadi Faktor Utama

Related Posts

Mahasiswa USK Edukasi Warga Rumpet tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat

by Redaksi
13 September 2026
0

MASAKINI.CO – Tim Pengabdian Masyarakat Universitas Syiah Kuala (USK) bersama mahasiswa KKN memberikan edukasi tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat...

Guru Besar USK: Ekonomi Digital dan Hijau Jadi Kunci Daya Saing Dunia Usaha

by Aininadhirah
22 Juli 2026
0

MASAKINI.CO – Dunia usaha menghadapi perubahan besar seiring pesatnya perkembangan teknologi digital dan meningkatnya tuntutan terhadap praktik ekonomi berkelanjutan. Guru...

USK Himpun Peneliti Internasional Bahas Infrastruktur Tangguh Hadapi Perubahan Iklim

by Redaksi
15 Juli 2026
0

MASAKINI.CO – Universitas Syiah Kuala (USK) kembali menjadi pusat diskusi internasional terkait pengembangan infrastruktur tangguh terhadap perubahan iklim melalui penyelenggaraan...

Next Post
Emas Naik, Niat Menikah Goyah: Salah Adat atau Salah Persepsi?

Pernikahan di Aceh Menurun Drastis, Kebijakan Usia 19 Tahun Jadi Faktor Utama

300 Korban Banjir di Bireuen Terima Dana Tunggu Hunian Rp600 Ribu Per Bulan

Discussion about this post

CERITA

PFI Malang Rekam Cerita di Balik Pangan Lewat Pameran Foto

25 September 2026

Dari Teras Rumah, Nova Mengubah Hobi Memotret Makanan Jadi Profesi

16 September 2026

Jumadin Bawa Kupiah Meukeutop Aceh Menatap Pasar Dunia

25 Agustus 2026

Dari Banda Aceh ke Pelosok Papua, Reza Mencari Potensi yang Tersembunyi di Teluk Wondama

12 Agustus 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co