MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Kamis, Juni 25, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home News

Tim FABACE USK Juara I Microteaching Internasional di FAKIP 6 Edufair 2025

Aininadhirah by Aininadhirah
22 Januari 2026
in News
0

Peserta lomba FKIP 6th International Edufair dari berbagai universitas dan cabang lomba | foto: dok untuk masakini.co

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Universitas Syiah Kuala (USK). Tim Facilitator of Biology Action for Climate Education (FABACE) berhasil meraih Juara I Microteaching Competition pada ajang FAKIP 6 International Edufair 2025 yang berlangsung di Kampus FKIP USK, Darussalam, Banda Aceh, pada 20–23 November 2025 lalu.

Tim yang beranggotakan Rania Dzakira, Fazia Unzila, M. Sultan Zakia, dan Nia Ananda Puspa ini tampil unggul dibandingkan tim dari Universitas Ahmad Dahlan, Universitas Muhammadiyah Semarang, dan Universitas Tadulako.

RelatedPosts

Mendikdasmen Perluas Sekolah Inklusif bagi Anak Berkebutuhan Khusus

Satpol PP-WH Banda Aceh Minta Aktivitas Proyek Dihentikan Sementara Saat Waktu Ibadah

Aceh Kekurangan Guru SLB, Sejumlah Anak Berkebutuhan Khusus Terpaksa Antre Sekolah

Dalam kompetisi tersebut, Tim FABACE mengusung microteaching bertajuk “Implementation of the RUNAMI Game Media in Disaster Mitigation Education to Support Climate Action (SDGs 13)”. Pembelajaran ini diterapkan pada siswa kelas X SMA Lab School dengan pendekatan permainan edukatif yang memadukan mitigasi bencana, perubahan iklim, dan kearifan lokal Aceh.

Ketua Tim FABACE, Rania Dzakira, menyebutkan bahwa gagasan ini lahir dari kondisi Aceh sebagai wilayah rawan bencana. “Kami ingin pembelajaran yang tidak hanya berisi teori, tetapi juga memberi pengalaman langsung kepada siswa untuk berpikir cepat, bekerja sama, dan mengambil keputusan dalam situasi darurat,” ujarnya, Kamis (22/1/2026).

Dosen Pembimbing, Dr. Wiwit Artika, mengatakan capaian tersebut mencerminkan kemampuan mahasiswa FKIP USK dalam merancang pembelajaran yang kontekstual dan relevan dengan isu global. Menurutnya, integrasi SDGs, teknologi, dan kearifan lokal menjadi kekuatan utama tim.

Dewan juri memberikan apresiasi atas orisinalitas ide, kedalaman materi, serta metode pembelajaran yang dinilai aplikatif dan mudah diterapkan di sekolah. Media permainan RUNAMI juga dinilai memiliki potensi besar untuk mendukung edukasi kesiapsiagaan bencana sejak dini.

Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni FKIP USK, Drs. Abu Bakar, M.Si., menilai kemenangan ini semakin menegaskan komitmen FKIP USK dalam mendorong inovasi pembelajaran dan prestasi mahasiswa di tingkat nasional maupun internasional.

Melalui pencapaian ini, Tim FABACE berharap konsep pembelajaran berbasis permainan dapat diadaptasi lebih luas untuk membangun kesadaran generasi muda terhadap mitigasi bencana dan perubahan iklim.

Tags: FAKIP 6 International Edufair 2025Tim FABACEUSK
Previous Post

Pelaku Pencurian dengan Kekerasan di Banda Aceh Ditangkap Setelah Buron Empat Bulan

Next Post

Pernikahan di Aceh Menurun Drastis, Kebijakan Usia 19 Tahun Jadi Faktor Utama

Related Posts

USK dan UII Bahas Pelajaran Konflik-Tsunami Aceh, Soroti Ketahanan Masyarakat Hadapi Krisis

by Riska Zulfira
19 Juni 2026
0

MASAKINI.CO – Pengalaman Aceh menghadapi konflik bersenjata dan bencana tsunami dinilai menyimpan pelajaran penting dalam membangun ketahanan masyarakat menghadapi krisis....

Polisi Periksa 15 Saksi Kasus Pembakaran Fakultas Pertanian USK, Kerugian Ditaksir Rp20 Miliar

by Redaksi
23 Mei 2026
0

MASAKINI.CO – Penyidik Satreskrim Polresta Banda Aceh telah memeriksa 15 saksi terkait kasus pembakaran Gedung Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala...

Benahi Hulu–Hilir dan Bangun Sabo Dam, Strategi Baru Tekan Banjir di Aceh

by Riska Zulfira
15 April 2026
0

MASAKINI.CO – Upaya penanganan bencana di Aceh kini diarahkan lebih fokus pada pembenahan sistem sungai dan penguatan infrastruktur pengendali banjir....

Next Post
Emas Naik, Niat Menikah Goyah: Salah Adat atau Salah Persepsi?

Pernikahan di Aceh Menurun Drastis, Kebijakan Usia 19 Tahun Jadi Faktor Utama

300 Korban Banjir di Bireuen Terima Dana Tunggu Hunian Rp600 Ribu Per Bulan

Discussion about this post

CERITA

Dari Lahan Penggembalaan ke Destinasi Favorit, Savana Indrapuri Sedot Ribuan Pengunjung

24 Mei 2026

Dari Dapur Rumahan ke Tanah Suci, Keumamah Aceh Diburu Jemaah Haji

19 Mei 2026

Menabung dari Lumpur Sawah, Halimah Berangkat Haji di Usia 85 Tahun

12 Mei 2026

Ranup yang Perlahan Asing di Tanahnya Sendiri

7 Mei 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co