MASAKINI.CO – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Universitas Syiah Kuala (USK). Tim Facilitator of Biology Action for Climate Education (FABACE) berhasil meraih Juara I Microteaching Competition pada ajang FAKIP 6 International Edufair 2025 yang berlangsung di Kampus FKIP USK, Darussalam, Banda Aceh, pada 20–23 November 2025 lalu.
Tim yang beranggotakan Rania Dzakira, Fazia Unzila, M. Sultan Zakia, dan Nia Ananda Puspa ini tampil unggul dibandingkan tim dari Universitas Ahmad Dahlan, Universitas Muhammadiyah Semarang, dan Universitas Tadulako.
Dalam kompetisi tersebut, Tim FABACE mengusung microteaching bertajuk “Implementation of the RUNAMI Game Media in Disaster Mitigation Education to Support Climate Action (SDGs 13)”. Pembelajaran ini diterapkan pada siswa kelas X SMA Lab School dengan pendekatan permainan edukatif yang memadukan mitigasi bencana, perubahan iklim, dan kearifan lokal Aceh.
Ketua Tim FABACE, Rania Dzakira, menyebutkan bahwa gagasan ini lahir dari kondisi Aceh sebagai wilayah rawan bencana. “Kami ingin pembelajaran yang tidak hanya berisi teori, tetapi juga memberi pengalaman langsung kepada siswa untuk berpikir cepat, bekerja sama, dan mengambil keputusan dalam situasi darurat,” ujarnya, Kamis (22/1/2026).
Dosen Pembimbing, Dr. Wiwit Artika, mengatakan capaian tersebut mencerminkan kemampuan mahasiswa FKIP USK dalam merancang pembelajaran yang kontekstual dan relevan dengan isu global. Menurutnya, integrasi SDGs, teknologi, dan kearifan lokal menjadi kekuatan utama tim.
Dewan juri memberikan apresiasi atas orisinalitas ide, kedalaman materi, serta metode pembelajaran yang dinilai aplikatif dan mudah diterapkan di sekolah. Media permainan RUNAMI juga dinilai memiliki potensi besar untuk mendukung edukasi kesiapsiagaan bencana sejak dini.
Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni FKIP USK, Drs. Abu Bakar, M.Si., menilai kemenangan ini semakin menegaskan komitmen FKIP USK dalam mendorong inovasi pembelajaran dan prestasi mahasiswa di tingkat nasional maupun internasional.
Melalui pencapaian ini, Tim FABACE berharap konsep pembelajaran berbasis permainan dapat diadaptasi lebih luas untuk membangun kesadaran generasi muda terhadap mitigasi bencana dan perubahan iklim.










Discussion about this post