MASAKINI.CO– Kinerja bisnis PT Pegadaian Area Aceh menunjukkan tren pertumbuhan positif hingga 31 Desember 2025. Berdasarkan data dari Kantor Wilayah (Kanwil) I Medan Pegadaian, berbagai indikator kinerja mencatatkan peningkatan, mulai dari pembiayaan hingga jumlah nasabah.
Perwakilan Kanwil I Medan Pegadaian, Yohanis Wulang, mengatakan pertumbuhan tersebut mencerminkan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap layanan Pegadaian.
“Kinerja Pegadaian di Area Aceh hingga 31 Desember 2025 menunjukkan pertumbuhan yang cukup baik, baik dari sisi pembiayaan, jumlah nasabah, maupun laba usaha,” ujar Yohanis saat Media Gathering Pegadaian bersama Jurnalis, Sabtu (7/2/2026), di Banda Aceh.
Secara keseluruhan, jumlah nasabah aktif Pegadaian di Aceh tercatat mencapai 118.600 nasabah atau tumbuh 39,68 persen secara tahunan (YoY). Rinciannya, nasabah gadai sebanyak 93.156 orang, nasabah non gadai 13.011 orang, serta layanan cicil emas mencapai 1.632 nasabah. Sementara itu, tabungan emas tercatat mencapai 985 kilogram dengan total nasabah tabungan emas sebanyak 291.899 orang.
Pegadaian Area Aceh saat ini melayani 18 kabupaten/kota yang mencakup 276 kecamatan serta 6.497 desa dan kelurahan. Untuk mendukung layanan, Pegadaian memiliki 9 kantor cabang, 53 kantor unit, dan 5 Unit Pelayanan Kantor (UPK).
Dari sisi pembiayaan, outstanding loan Pegadaian Aceh mencapai Rp1,498 triliun dengan pertumbuhan year to date (YtD) sebesar 15,96 persen. Outstanding loan cicil emas tercatat sebesar Rp153 miliar atau tumbuh 38,66 persen secara YtD.
Untuk kinerja Area Banda Aceh, posisi outstanding loan (OSL) gross mencapai Rp1,292 triliun atau melampaui target RKAP 2025 sebesar Rp1,163 triliun dengan tingkat pencapaian 111,10 persen. Angka tersebut juga meningkat dibandingkan realisasi 31 Desember 2024 sebesar Rp925 miliar.
Pada segmen gadai, OSL aktif rata-rata mencapai Rp827 miliar atau 103,19 persen dari target RKAP sebesar Rp802 miliar. Capaian tersebut meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di angka Rp695 miliar.
Sementara itu, layanan cicil emas mencatat pertumbuhan signifikan. Hingga akhir 2025, OSL cicil emas tercatat Rp110 miliar atau mencapai 136,39 persen dari target RKAP Rp81 miliar. Capaian ini meningkat dibandingkan tahun 2024 yang sebesar Rp25 miliar.
Dari sisi laba usaha, Pegadaian Area Banda Aceh mencatat laba sebesar Rp142 miliar atau mencapai 110,17 persen dari target RKAP Rp129 miliar. Realisasi ini juga tumbuh 25,73 persen dibandingkan tahun 2024 sebesar Rp113 miliar.
Namun, pada segmen non gadai, capaian tercatat Rp195 miliar atau 82,22 persen dari target RKAP Rp237 miliar, serta mengalami penurunan 2,52 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai Rp200 miliar. Sementara itu, kinerja bisnis emas mencapai Rp52 miliar atau 98,46 persen dari target RKAP Rp53 miliar dan meningkat dibandingkan tahun 2024 yang hanya Rp25 miliar.
Selain itu, jumlah nasabah aktif tahunan tercatat mencapai 225 ribu nasabah atau 110,29 persen dari target RKAP 204 ribu nasabah. Secara tahunan, angka tersebut meningkat 5,36 persen dibandingkan 214 ribu nasabah pada 2024.
“Pertumbuhan ini menunjukkan Pegadaian terus berupaya memperluas akses layanan pembiayaan serta memenuhi kebutuhan masyarakat di Aceh melalui berbagai produk dan layanan yang tersedia,” kata Yohanis.









Discussion about this post