MASAKINI.CO – Harga emas di Banda Aceh masih berada pada level tinggi setelah sempat melonjak tajam dalam beberapa pekan terakhir. Meski perlahan mulai stabil, permintaan masyarakat terhadap logam mulia itu masih cukup besar, membuat stok emas di sejumlah toko dan gerai Pegadaian terbatas.
Kepala Departemen PT Pegadaian Area Banda Aceh, Ronal Fahrizan, menyebutkan bahwa kenaikan harga emas dipicu oleh kombinasi faktor global dan lokal yang saling memengaruhi.
Menurut Ronal, kondisi ekonomi dunia yang tidak stabil menjadi salah satu pemicu utama. Beberapa negara besar seperti Amerika Serikat bahkan sempat melakukan shutdown ekonomi. Selain itu, sejumlah bank sentral dunia juga menahan cadangan emasnya dan tidak melepas ke pasar.
“Perkiraan dalam dua minggu ke depan, mereka kembali memburu emas,” kata Ronal, Jumat (24/10/2025).
Kebijakan tersebut, kata Ronal, membuat permintaan emas global meningkat tajam sementara pasokan terbatas, sehingga mendorong harga terus naik. “Sama halnya seperti komoditas lain, ketika permintaan tinggi dan barang terbatas, otomatis harga akan terdorong naik,” ujarnya.
Di Indonesia, kenaikan harga emas mulai terasa sejak pasca-Lebaran Idul Fitri 2025. Saat itu, permintaan meningkat drastis hingga pegadaian kehabisan stok.
“Waktu itu bahkan stok emas di Galeri 24 milik Pegadaian di Jakarta sempat kosong. Kalau pun datang, barangnya langsung dipesan pembeli. Artinya, minat masyarakat terhadap emas meningkat tajam,” tutur Ronal.
Faktor lain yang turut memicu kenaikan harga di dalam negeri adalah situasi politik dan ekonomi nasional yang sempat memanas beberapa waktu lalu. Menurut Ronal, tren masyarakat yang mengalihkan aset dari uang tunai atau deposito ke emas juga berperan besar dalam menjaga permintaan.
“Ketika kondisi ekonomi tidak stabil dan inflasi tinggi, masyarakat lebih memilih emas sebagai bentuk perlindungan nilai aset. Karena berbeda dengan mata uang, nilai emas diakui secara global dan tidak bergantung pada kebijakan satu negara,” katanya.
Ia juga mencontohkan beberapa negara seperti Rusia, Tiongkok, dan Uni Emirat Arab yang memperkuat cadangan emas mereka sebagai strategi menjaga stabilitas ekonomi. “Negara-negara itu menahan emas agar ketika ekonomi global melemah, mereka punya cadangan untuk menopang nilai ekonomi domestik,” jelas Ronal.
Hari ini saja, harga emas batangan Galeri24 dijual Rp.2.445.000 per 1 gram. Sedangkan harga emas perhiasan di toko emas kawasan Pasar Aceh, Banda Aceh dijual Rp7.300.000 per mayam.
Menurut Ronal, meski harga emas semakin naik, daya beli di Pegadaian semakin meningkat. “Karena masyarakat selalu khawatir,” ujarnya.
Pegadaian kini tengah membangun ekosistem emas nasional melalui program Bullion Ecosystem. Sistem ini dirancang agar Pegadaian menjadi penghubung antara penambang emas, toko emas, dan konsumen.
“Pegadaian akan menjadi pusat ekosistem emas nasional. Jadi, nanti toko emas membeli dari Pegadaian, sementara Pegadaian membeli dari penambang emas yang terdaftar resmi,” ujar Ronal.
Program ini juga melibatkan kerja sama dengan lembaga keuangan lain, termasuk Bank Syariah Indonesia (BSI). Harapannya, sistem tersebut bisa memperkuat rantai pasok emas nasional dan menjaga stabilitas harga di pasar domestik.
Ronal menambahkan, masyarakat perlu memahami bahwa fluktuasi harga emas adalah hal wajar karena dipengaruhi banyak faktor. Namun, bagi investor jangka panjang, emas tetap menjadi aset yang relatif aman.
“Emas ini nilainya tidak hanya dalam bentuk uang, tapi juga kepercayaan global. Jadi ketika ekonomi bergejolak, emas masih jadi pilihan paling stabil,” tutupnya.










Discussion about this post