MASAKINI.CO – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan tidak terdeteksi titik panas (hotspot) di wilayah Provinsi Aceh berdasarkan hasil pemantauan satelit terbaru. Meski demikian, masyarakat tetap diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran lahan dan hutan.
Forecaster on Duty BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Iskandar Muda, Angga Dirta, mengatakan hasil pemantauan satelit tidak menunjukkan adanya titik panas di seluruh wilayah Aceh.
“Berdasarkan pemantauan sensor MODIS dari Satelit Terra, Aqua, Suomi NPP, serta NOAA20/VIIRS, tidak terdapat titik panas di Provinsi Aceh,” ujar Angga Dirta, Rabu (18/2/2026).
Meski tidak terdeteksi hotspot, BMKG tetap mengimbau masyarakat agar tidak lengah, terutama dalam mengantisipasi potensi kebakaran lahan yang dapat terjadi sewaktu-waktu akibat faktor cuaca maupun aktivitas manusia.
Ia menegaskan, kewaspadaan perlu ditingkatkan, khususnya bagi masyarakat yang beraktivitas di kawasan lahan terbuka, perkebunan, maupun hutan.
“Masyarakat diharapkan tetap berhati-hati dan tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan, karena hal tersebut berpotensi memicu kebakaran yang sulit dikendalikan,” tambahnya.
BMKG juga mengingatkan masyarakat untuk segera melaporkan apabila menemukan indikasi kebakaran atau munculnya asap agar dapat segera ditangani oleh pihak terkait.










Discussion about this post