MASAKINI.CO – Ramadan membawa berkah tersendiri bagi pedagang kecil di Pasar Lambaro, Aceh Besar. Di tengah ramainya warga berburu takjil dan bahan berbuka, cincau justru menjadi salah satu komoditas yang paling diburu.
Seorang pedagang, Teti, mengaku penjualannya melonjak drastis hingga menembus 100 kaleng per hari.
Lonjakan itu terjadi hampir setiap sore menjelang waktu berbuka. Lapak Teti tak pernah sepi pembeli yang ingin menjadikan cincau sebagai campuran minuman segar pelepas dahaga.
“Selama puasa ini alhamdulillah laris manis. Sehari bisa habis sampai 100 kaleng,” kata Teti, Rabu (25/2/2025).
Cincau yang ia jual merupakan produksi pabrik rumah tangga. Produk lokal tersebut dipasok rutin untuk memenuhi tingginya permintaan pasar selama Ramadan. Tekstur yang lembut dan sensasi dingin saat disajikan menjadikan cincau pilihan favorit masyarakat untuk menu berbuka.
Menariknya, Teti tidak menerapkan harga tetap. Ia memilih sistem penjualan yang fleksibel agar semua kalangan bisa membeli.
“Harga kita sesuaikan dengan kemampuan pembeli. Ada yang Rp5 ribu, Rp10 ribu, atau berapa pun dananya, kita potong sesuai permintaan,” ujarnya.
Meski nominal pembelian beragam, rata-rata pembeli mengeluarkan Rp10 ribu untuk sekali beli. Jumlah tersebut dinilai cukup untuk kebutuhan satu keluarga.









Discussion about this post