MASAKINI.CO – Gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 6,4 yang mengguncang wilayah Sinabang, Aceh, tidak berpotensi tsunami meski guncangannya terasa cukup kuat, Selasa (3/3/2026).
Berdasarkan analisis Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), pusat gempa berada di laut pada koordinat 1,85° LU dan 96,40° BT, atau sekitar 69 kilometer arah tenggara Sinabang, dengan kedalaman 26 kilometer.
Kepala Stasiun Geofisika Aceh Besar, Andi Azhar Rusdin, menyebutkan gempa ini merupakan jenis gempa dangkal yang dipicu aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia yang menunjam ke bawah Lempeng Eurasia. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan pergerakan naik atau thrust fault.
Guncangan gempa dirasakan luas di sejumlah daerah. Di Aceh Singkil, Aceh Barat Daya, Nagan Raya, dan Simeulue, intensitas mencapai IV MMI atau dirasakan banyak orang di dalam rumah pada siang hari.
Wilayah Nias dan Pinangsori merasakan intensitas III hingga IV MMI. Sementara Aceh Selatan, Meulaboh, Blang Pidie, Nias Utara, Medan, Tarutung, Aek Godang, dan Subulussalam merasakan intensitas III MMI, dengan getaran terasa nyata seperti truk berlalu.
Adapun Gunungsitoli, Aceh Tengah, Aceh Jaya, dan Gayo Lues merasakan intensitas II hingga III MMI, sedangkan Bener Meriah, Banda Aceh, dan Aceh Besar berada pada skala II MMI.
Hingga pukul 12.18 WIB, BMKG mencatat satu kali gempa susulan berkekuatan magnitudo 3,2. Masyarakat diimbau tetap tenang dan hanya mengakses informasi resmi melalui kanal komunikasi BMKG yang telah terverifikasi.










Discussion about this post