MASAKINI.CO – Satu calon jemaah haji asal Banda Aceh dipastikan batal berangkat pada musim haji 2026 akibat kondisi kesehatan. Posisi jemaah tersebut langsung digantikan oleh jemaah cadangan sesuai urutan yang telah ditetapkan.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kota Banda Aceh, M. Iqbal, menyebut pembatalan dilakukan setelah jemaah bersangkutan mengalami stroke dan memiliki riwayat penyakit penyerta.
“Jemaah tersebut dibatalkan berangkat karena kondisi kesehatan. Kalau nanti sudah sehat, insyaallah bisa berangkat tahun depan,” ujarnya, Sabtu (18/4/2026).
Ia menegaskan, penggantian jemaah dilakukan secara sistematis melalui daftar cadangan yang sebelumnya sudah menyelesaikan seluruh proses administrasi, termasuk pelunasan biaya, dokumen, dan persyaratan kesehatan.
“Tidak ada jemaah yang masuk tiba-tiba. Semua berdasarkan urutan cadangan yang sudah siap berangkat,” jelasnya.
Secara keseluruhan, persiapan jemaah haji Banda Aceh telah hampir rampung. Dokumen penting seperti paspor, visa, dan surat istitha’ah kesehatan sudah diproses dan menunggu penerbitan visa oleh otoritas Arab Saudi.
Selain itu, pelaksanaan manasik haji juga telah selesai dilakukan, baik di tingkat kota maupun kecamatan. Saat ini, proses yang masih berjalan adalah penyelesaian perlengkapan jemaah seperti koper dan atribut lainnya.
Tahun ini, jumlah jemaah haji asal Banda Aceh mencapai 673 orang, dengan jemaah termuda berusia 17 tahun dan tertua 88 tahun.
Jemaah dijadwalkan masuk asrama haji pada 5 Mei dan berangkat ke Tanah Suci pada 6 Mei 2026. Seluruh jemaah Aceh tahun ini tergabung dalam 14 kloter tanpa bergabung dengan daerah lain.
Kemenag mengingatkan seluruh jemaah untuk menjaga kondisi kesehatan menjelang keberangkatan. Pasalnya, pemeriksaan kesehatan terakhir di asrama haji akan menjadi penentu apakah jemaah layak berangkat atau harus ditunda.
“Kalau kondisi tidak memungkinkan, seperti sakit atau kelelahan, jemaah bisa ditunda keberangkatannya,” kata Iqbal.
Ia menekankan, kesehatan menjadi faktor utama agar jemaah dapat menjalankan ibadah haji dengan lancar, mengingat durasi perjalanan yang panjang dan kondisi cuaca ekstrem di Tanah Suci.







Discussion about this post