MASAKINI.CO – Jemaah haji asal Banda Aceh dijadwalkan berangkat ke Tanah Suci pada 6 Mei 2026 pukul 01.05 WIB dini hari. Seluruh jemaah akan lebih dulu masuk Asrama Haji pada 5 Mei untuk menjalani pemeriksaan akhir sebelum keberangkatan.
Kepala Kantor Haji dan Umrah Kota Banda Aceh, M. Iqbal, memastikan seluruh dokumen utama jemaah telah rampung, termasuk paspor, surat kesehatan, dan proses pengajuan visa.
“Dokumen sudah selesai semua. Tinggal menunggu proses penerbitan visa, yang saat ini dalam tahap verifikasi,” ujarnya, Sabtu (18/4/2026).
Ia menjelaskan, data visa telah dikirim ke Jakarta sejak 8 Maret dan selanjutnya diverifikasi oleh Kedutaan Arab Saudi. Jika telah terbit, visa dapat langsung dicetak di tingkat kanwil dan ditempel pada paspor jemaah.
Selain dokumen, seluruh rangkaian manasik haji juga telah selesai dilaksanakan, yakni satu kali di tingkat kota dan empat kali di tingkat kecamatan.
Saat ini, proses yang masih berjalan adalah penyelesaian perlengkapan jemaah, seperti penyablonan sarung koper, dan tas paspor yang ditargetkan rampung dalam waktu dekat.
Tahun ini, Banda Aceh memberangkatkan 673 jemaah, tercatat jemaah termuda berusia 17 tahun, sementara yang tertua mencapai 88 tahun. Namun, satu jemaah dipastikan batal berangkat karena kondisi kesehatan dan akan digantikan oleh jemaah cadangan sesuai urutan.
Iqbal menegaskan, kondisi kesehatan menjadi faktor penentu keberangkatan. Jemaah yang tidak memenuhi syarat kesehatan saat pemeriksaan akhir di asrama haji tidak diizinkan berangkat.
“Kalau ada gangguan kesehatan, termasuk hamil atau kondisi drop, tidak bisa masuk asrama. Jadi kesehatan harus benar-benar dijaga,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan jemaah untuk mempersiapkan fisik dan mental, mengingat ibadah haji berlangsung sekitar 42 hari dengan kondisi cuaca ekstrem serta aktivitas yang padat.
Tahun ini, seluruh jemaah haji Aceh tergabung dalam 14 kloter dan tidak lagi bergabung dengan embarkasi Medan, sehingga proses keberangkatan lebih terfokus.
Pemerintah mengimbau seluruh jemaah menjaga kondisi tubuh, mengatur aktivitas sebelum keberangkatan, serta mempersiapkan diri secara mental agar ibadah dapat berjalan lancar.






Discussion about this post