MASAKINI.CO – Perselisihan antara Erik ten Hag dan Cristiano Ronaldo selama keduanya sama-sama berada di Manchester United ternyata berlangsung terus-menerus. Hal ini diungkap Steve McClaren, yang saat itu menjadi bagian tim pelatih Ten Hag, dalam wawancara dengan media The Athletic.
McClaren yang kembali ke Old Trafford setelah 21 tahun absen, sempat memperingatkan Ten Hag sejak awal bahwa situasi ini akan berujung pada pilihan “saya atau dia”. Konflik bermula karena pelatih asal Belanda itu berusaha menerapkan gaya mainnya secara penuh, termasuk tugas taktis yang harus dijalankan seluruh pemain.
“Secara sikap Ronaldo sebenarnya baik. Tapi dia menolak menjalankan peran dan tanggung jawab yang diminta, terutama saat tim tidak menguasai bola,” jelas McClaren.
Ia mencontohkan instruksi yang diberikan: pemain harus turun membantu pertahanan, menjadi penekan pertama, hingga melakukan gerakan lari berulang-ulang. “Saya sempat katakan padanya: ‘Lari saja, Ronnie. Kalau tidak mau, kamu tidak akan dimainkan’,” tambahnya.
Menurut McClaren, pelatih lain mungkin akan menyesuaikan sistem demi memaksimalkan kemampuan Ronaldo. Namun langkah itu berisiko merusak keseimbangan tim dan menimbulkan perpecahan. “Separuh skuad mendukung Ronaldo, separuh lagi berpihak pada Ten Hag,” pungkasnya, mengutip telegragi, Jumat (1/5/2026). Tak lama setelah perselisihan memuncak, Ronaldo resmi meninggalkan klub.










Discussion about this post