MASAKINI.CO – Pemerintah Aceh menyiapkan lima langkah strategis untuk menekan risiko banjir yang terus berulang di sejumlah wilayah. Fokus utama diarahkan pada pembenahan infrastruktur sumber daya air (SDA) yang dinilai masih belum optimal.
Sekretaris Daerah Aceh, M. Nasir, mengatakan upaya ini menjadi bagian dari strategi terpadu pemerintah dalam memperkuat ketahanan daerah terhadap bencana, meski di tengah keterbatasan anggaran.
“Kami terus mengupayakan normalisasi sungai, penguatan tanggul, hingga perlindungan kawasan pesisir agar dampak banjir bisa ditekan,” ujarnya, Senin (4/5/2026).
Adapun lima langkah yang disiapkan meliputi normalisasi sungai melalui pengerukan sedimen, penguatan tanggul, pembangunan waduk atau kolam retensi, pembangunan kanal banjir (floodway), serta penyediaan pintu air dan pompa di wilayah rawan.
Namun, pemerintah mengakui progres pemulihan infrastruktur SDA saat ini masih di bawah 50 persen. Salah satu kendala utama adalah sedimentasi sungai yang masif, menyebabkan pendangkalan dan menghambat aliran air.
“Kondisi ini membutuhkan penanganan serius dan berkelanjutan, tidak bisa diselesaikan dalam waktu singkat,” kata M. Nasir.
Pemerintah Aceh menargetkan percepatan normalisasi sungai, rehabilitasi jaringan irigasi, serta penanganan abrasi pantai hingga 2027. Langkah tersebut akan diperkuat dengan penyusunan rencana induk pengelolaan SDA yang berkelanjutan.
Dengan strategi ini, pemerintah berharap risiko banjir dapat ditekan, sekaligus menjaga produktivitas pertanian dan melindungi kawasan pesisir dari kerusakan lebih lanjut.










Discussion about this post