MASAKINI.CO – Di tengah dampak konflik Timur Tengah yang memicu kenaikan biaya penerbangan global, Pemerintah Aceh memastikan keberangkatan 5.426 jemaah haji tetap berjalan sesuai jadwal tanpa penambahan ongkos bagi jemaah.
Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, mengatakan seluruh jemaah dibagi dalam 14 kelompok terbang (kloter). Kloter pertama dijadwalkan masuk asrama haji pada Selasa 5 Mei 2026 dan akan diberangkatkan dini hari setelah prosesi pelepasan usai salat Asar.
“Kloter pertama masuk gelombang pertama dan akan mendarat di Madinah. Sementara kloter 2 sampai kloter 14 masuk gelombang kedua dan langsung ke Mekkah,” ujarnya dalam konferensi pers, Senin (4/5/2026).
Ia menegaskan, meski konflik di Timur Tengah berdampak pada sektor penerbangan, khususnya kenaikan harga avtur, pemerintah tetap memastikan keberangkatan jemaah Aceh tidak terganggu.
“Dampaknya pasti ada, terutama pada biaya operasional penerbangan. Tapi semua sudah diantisipasi pemerintah pusat, sehingga tidak membebani jemaah,” kata Fadhlullah.
Menurutnya, pemerintah bahkan harus menanggung tambahan biaya besar secara nasional akibat lonjakan harga bahan bakar. Namun, kebijakan tersebut diambil agar ongkos haji tetap stabil.
“Walaupun ada tambahan beban negara hingga triliunan rupiah, jemaah kita tidak ada penambahan biaya. Ini yang perlu dipahami,” tegasnya.
Selain menjaga stabilitas biaya, Pemerintah Aceh juga meningkatkan pelayanan dengan menyediakan jalur khusus melalui gedung VIP bandara. Fasilitas yang selama ini digunakan tamu negara kini dialihkan untuk jemaah haji.
Dengan skema tersebut, jemaah tidak lagi melalui jalur reguler, melainkan langsung naik ke pesawat melalui garbarata dari gedung VIP.
“Ini bentuk komitmen pemerintah memprioritaskan pelayanan bagi jemaah haji agar lebih nyaman dan efisien,” ujarnya.
Pemerintah Aceh berharap seluruh proses keberangkatan berjalan lancar, aman, dan tepat waktu, meski di tengah tekanan global akibat konflik kawasan Timur Tengah.





Discussion about this post