MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Senin, Mei 4, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home News

Anak Muda di Banda Aceh Kampanye Pertahankan Pilkada Langsung

Aininadhirah by Aininadhirah
4 Mei 2026
in News
0

Aksi Kampanye Pilkada, Minggu (3/5/2026) | Foto : Dokumen untuk Masakini.co

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Sejumlah komunitas anak muda bersama Gerakan Anti Korupsi Aceh (GeRAK) menggelar aksi kampanye menolak wacana pemilihan kepala daerah (pilkada) tidak langsung. Kegiatan ini berlangsung di kawasan Car Free Day Banda Aceh, Minggu (3/5/2026).

Aksi yang diinisiasi oleh Koalisi Anak Muda Demokrasi Resilience (Kamu DemRes) ini dilakukan melalui berbagai pendekatan kreatif di ruang publik, dengan tujuan mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, untuk tetap peduli terhadap isu demokrasi.

RelatedPosts

Haji Aceh Tetap Lancar di Tengah Dampak Konflik Timur Tengah, Biaya Jemaah Tidak Naik

Harga Emas Perhiasan di Banda Aceh Stabil, Emas Antam Justru Melemah

Mahasiswa Akan Demo Hari Ini di Kantor Gubernur, Desak Pencabutan Pergub JKA

Koordinator Kamu DemRes, Dwy Alfina, mengatakan gerakan ini lahir dari kekhawatiran atas potensi hilangnya hak pilih masyarakat jika pilkada dikembalikan ke mekanisme tidak langsung.

“Melalui aksi-aksi kreatif di jalanan, kami mengajak anak muda agar tidak acuh terhadap kedaulatan rakyat. Target kami sederhana, yaitu membangun solidaritas antar komunitas agar semakin kuat dalam mengawal isu demokrasi,” ujarnya.

Menurutnya, wacana pemilihan kepala daerah melalui DPRD berisiko mengurangi partisipasi publik dan membuka peluang praktik politik yang tidak transparan.

“Kepala daerah yang dipilih tidak langsung cenderung lebih patuh pada partai daripada rakyat. Indonesia adalah negara demokrasi, jadi rakyat seharusnya memilih pemimpin secara terbuka,” tambahnya.

Sejumlah peserta aksi juga menyuarakan penolakan terhadap wacana tersebut. Muhammad, salah satu peserta, menilai keterlibatan langsung masyarakat dalam pilkada merupakan hal yang tidak bisa diabaikan.

“Saya pribadi tidak setuju kalau pilkada diwakilkan oleh dewan, semakin ditekan semakin melawan kami,” katanya.

Hal senada disampaikan Raudhah dari Masyarakat Anti Hoaks Aceh (MAHA). Ia menegaskan bahwa masyarakat harus tetap menjadi pihak utama dalam menentukan pemimpin daerah.

“Pemilihan pemimpin harus melibatkan semua elemen masyarakat. Karena yang sangat merasakan dampaknya itu adalah masyarakat itu sendiri,” tegasnya.

Melalui aksi ini, para peserta berharap kesadaran publik terhadap pentingnya menjaga sistem demokrasi tetap meningkat, serta memastikan hak pilih rakyat tidak digantikan oleh mekanisme perwakilan.

Tags: (pilkada) tidak langsungKamu DemRes
Previous Post

Harga Emas Perhiasan di Banda Aceh Stabil, Emas Antam Justru Melemah

Next Post

Haji Aceh Tetap Lancar di Tengah Dampak Konflik Timur Tengah, Biaya Jemaah Tidak Naik

Related Posts

No Content Available
Next Post

Haji Aceh Tetap Lancar di Tengah Dampak Konflik Timur Tengah, Biaya Jemaah Tidak Naik

Discussion about this post

CERITA

Dari Kuli Panggul ke Pencerita Visual, Perjalanan Sunyi Yulzi di Balik Lensa

1 Mei 2026

Berawal dari Angka Impor, Lahir Tempe Koro dari Dapur Aceh

1 Mei 2026

Latela Donut Olah Labu Jadi Produk Kekinian, Laris di Bazar Banda Experience

23 April 2026

Rumah Dibakar Ayah, Ibu dan Dua Anak Selamat dari Amukan Dini Hari

7 April 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co