MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Rabu, Mei 13, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home News

Anak Muda di Banda Aceh Kampanye Pertahankan Pilkada Langsung

Aininadhirah by Aininadhirah
4 Mei 2026
in News
0

Aksi Kampanye Pilkada, Minggu (3/5/2026) | Foto : Dokumen untuk Masakini.co

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Sejumlah komunitas anak muda bersama Gerakan Anti Korupsi Aceh (GeRAK) menggelar aksi kampanye menolak wacana pemilihan kepala daerah (pilkada) tidak langsung. Kegiatan ini berlangsung di kawasan Car Free Day Banda Aceh, Minggu (3/5/2026).

Aksi yang diinisiasi oleh Koalisi Anak Muda Demokrasi Resilience (Kamu DemRes) ini dilakukan melalui berbagai pendekatan kreatif di ruang publik, dengan tujuan mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, untuk tetap peduli terhadap isu demokrasi.

RelatedPosts

Sejumlah Massa Aksi Diduga Diamankan Polisi saat Demo Tolak Pergub JKA

Nongkrong hingga Dini Hari, Sepasang Remaja Dibina Satpol PP WH Banda Aceh

Demo JKA Hari Ketiga Kembali Memanas, Massa Mengaku Kena Gas Air Mata

Koordinator Kamu DemRes, Dwy Alfina, mengatakan gerakan ini lahir dari kekhawatiran atas potensi hilangnya hak pilih masyarakat jika pilkada dikembalikan ke mekanisme tidak langsung.

“Melalui aksi-aksi kreatif di jalanan, kami mengajak anak muda agar tidak acuh terhadap kedaulatan rakyat. Target kami sederhana, yaitu membangun solidaritas antar komunitas agar semakin kuat dalam mengawal isu demokrasi,” ujarnya.

Menurutnya, wacana pemilihan kepala daerah melalui DPRD berisiko mengurangi partisipasi publik dan membuka peluang praktik politik yang tidak transparan.

“Kepala daerah yang dipilih tidak langsung cenderung lebih patuh pada partai daripada rakyat. Indonesia adalah negara demokrasi, jadi rakyat seharusnya memilih pemimpin secara terbuka,” tambahnya.

Sejumlah peserta aksi juga menyuarakan penolakan terhadap wacana tersebut. Muhammad, salah satu peserta, menilai keterlibatan langsung masyarakat dalam pilkada merupakan hal yang tidak bisa diabaikan.

“Saya pribadi tidak setuju kalau pilkada diwakilkan oleh dewan, semakin ditekan semakin melawan kami,” katanya.

Hal senada disampaikan Raudhah dari Masyarakat Anti Hoaks Aceh (MAHA). Ia menegaskan bahwa masyarakat harus tetap menjadi pihak utama dalam menentukan pemimpin daerah.

“Pemilihan pemimpin harus melibatkan semua elemen masyarakat. Karena yang sangat merasakan dampaknya itu adalah masyarakat itu sendiri,” tegasnya.

Melalui aksi ini, para peserta berharap kesadaran publik terhadap pentingnya menjaga sistem demokrasi tetap meningkat, serta memastikan hak pilih rakyat tidak digantikan oleh mekanisme perwakilan.

Tags: (pilkada) tidak langsungKamu DemRes
Previous Post

Harga Emas Perhiasan di Banda Aceh Stabil, Emas Antam Justru Melemah

Next Post

Haji Aceh Tetap Lancar di Tengah Dampak Konflik Timur Tengah, Biaya Jemaah Tidak Naik

Related Posts

No Content Available
Next Post

Haji Aceh Tetap Lancar di Tengah Dampak Konflik Timur Tengah, Biaya Jemaah Tidak Naik

Mahasiswa Demo Tolak Perubahan Skema Baru JKA dan Desak Cabut Pergub

Discussion about this post

CERITA

Menabung dari Lumpur Sawah, Halimah Berangkat Haji di Usia 85 Tahun

12 Mei 2026

Ranup yang Perlahan Asing di Tanahnya Sendiri

7 Mei 2026

Dari Kuli Panggul ke Pencerita Visual, Perjalanan Sunyi Yulzi di Balik Lensa

1 Mei 2026

Berawal dari Angka Impor, Lahir Tempe Koro dari Dapur Aceh

1 Mei 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co