MASAKINI.CO – Gelombang penolakan terhadap Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 2 Tahun 2026 tentang Jaminan Kesehatan Aceh terus menguat. Sejumlah mahasiswa dari Universitas Muhammadiyah Aceh (Unmuha) berencana turun ke jalan untuk menyuarakan protes terhadap kebijakan yang dinilai merugikan masyarakat.
Presiden Mahasiswa Unmuha, Aulia Risky Yusfa, mengajak seluruh mahasiswa untuk ikut serta dalam aksi tersebut.
Ia menyampaikan, “Kami dari keluarga besar mahasiswa Universitas Muhammadiyah Aceh mengajak seluruh mahasiswa Unmuha untuk berkumpul di Lapangan Sumpah Mahasiswa pada pukul 12.30 WIB, kemudian bergerak bersama melakukan aksi di Kantor Gubernur Aceh.”
Aksi dijadwalkan dimulai sekitar pukul 13.00 WIB, dengan titik kumpul di lingkungan kampus sebelum massa bergerak menuju Kantor Gubernur Aceh. Fokus utama tuntutan adalah pencabutan Pergub Nomor 2 Tahun 2026 yang mengatur sistem jaminan kesehatan di daerah tersebut.
Perwakilan Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) UIN Ar-Raniry Banda Aceh juga menyampaikan kritik terhadap pemerintah. Ia menilai aspirasi masyarakat tidak mendapat perhatian serius.
“Kami melihat hari ini pemerintah telah berani menentang keputusan rakyat. Permintaan pencabutan Pergub Nomor 2 Tahun 2026 tidak didengarkan sama sekali,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa kebijakan tersebut berpotensi berdampak buruk bagi masyarakat.
“Pemerintah seolah berjudi dengan nyawa rakyat, memilah dan memilih siapa yang layak mendapatkan layanan kesehatan. Padahal dalam UUPA dan qanun sudah jelas bahwa jaminan kesehatan adalah hak seluruh rakyat Aceh tanpa diskriminasi,” tegasnya.
Aliansi mahasiswa juga menegaskan bahwa gerakan ini tidak berkaitan dengan kepentingan politik tertentu.
“Kami tidak peduli dengan konflik elit. Kami keluar dari logika kepentingan tersebut. Jangan pernah membangun propaganda bahwa gerakan ini ditunggangi kepentingan politik. Yang ‘menunggangi’ kami adalah kepentingan rakyat,” lanjutnya.
Mereka menekankan bahwa tujuan utama aksi adalah memperjuangkan hak kesehatan yang merata bagi seluruh masyarakat Aceh.
“Yang kami perjuangkan hanya satu, yaitu agar rakyat Aceh tidak dipisahkan dalam mendapatkan hak kesehatan. Kesehatan adalah hak semua orang, tanpa kecuali,” katanya.
Di akhir pernyataannya, mereka juga mengingatkan bahwa perjuangan ini membutuhkan kesiapan dan komitmen bersama.
“Siapkan apa yang perlu disiapkan, karena perjuangan ini panjang dan wajib dimenangkan,” tutupnya.







Discussion about this post