MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Kamis, Agustus 6, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home News

Hantaran Sirih Kini Bisa Dimodernisasi, Dari Bunga Segar hingga Bentuk Kreatif

Redaksi by Redaksi
3 Mei 2026
in News
0
Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Hantaran sirih atau ranup yang selama ini identik dengan tradisi sakral dalam budaya Aceh kini mulai mengalami sentuhan modern. Hal ini dibahas dalam seminar meususon ranup yang digelar di Aula Universitas Bina Bangsa Getsempena (UBBG), Sabtu (2/5/2026).

Dalam pemaparannya, perwakilan UMKM Ranup Aceh, Ulfa, menjelaskan bahwa sirih telah menjadi bagian dari tradisi turun-temurun yang digunakan dalam berbagai prosesi adat, khususnya dalam acara pertunangan dan pernikahan.

RelatedPosts

Angin Kencang Rusak Lima Rumah Dinas Polisi di Aspol Lamteumen, Kapolda Aceh Tinjau Langsung

Kekeringan Aceh Besar Meluas, 2.125 Hektare Sawah Terdampak

Warisan Budaya Aceh Didorong Jadi Aset Ekonomi, UIN Ar-Raniry Kembangkan Grand Design KIL

“Sirih ini sudah ada sejak masa nenek moyang kita, biasanya dibawakan ketika ingin ngunduh mantu. Begitu sampai mempelai pria ke rumah pengantin wanita, ada budaya pergantian sirih oleh orang tua,” ujarnya.

Namun seiring perkembangan zaman, hantaran sirih kini tidak lagi terbatas pada bentuk dan bahan tradisional. Ulfa menyebutkan bahwa inovasi mulai dilakukan agar tetap relevan dengan selera generasi masa kini.

“Hantaran ini bisa kita rangkai semodern mungkin, sekarang sudah kita gunakan bunga segar agar lebih tahan, tidak lagi bunga-bunga seurunai atau bunga melati,” jelasnya.

Selain penggunaan bahan, bentuk hantaran juga mengalami perkembangan. Jika sebelumnya hanya dikenal dalam bentuk khas seperti kupiah Aceh atau pintoe Aceh, kini variasinya semakin beragam.

“Sekarang bukan hanya bentuk kupiah Aceh atau pintoe Aceh saja, tapi juga bisa kita buat jadi bentuk menara kembar agar lebih modern,” tambah Ulfa.

Melalui inovasi ini, hantaran sirih diharapkan tetap menjadi bagian dari tradisi Aceh, namun dengan tampilan yang lebih menarik dan sesuai dengan perkembangan zaman tanpa menghilangkan makna budayanya.

Tags: Hantaran sirih atau ranupModernisasiUniversitas Bina Bangsa Getsempena (UBBG)
Previous Post

Benfica Berikan Penghargaan MVP Untuk Wasit Usai Laga Kontroversial

Next Post

Mahasiswa USK Ikuti Seminar Editing Video Untuk Penguatan Dakwah Digital

Related Posts

Mahasiswa UBBG Ikuti Workshop Meususon Ranup, Lestarikan Budaya Aceh

by Aininadhirah
30 April 2026
0

MASAKINI.CO - Puluhan mahasiswa dari Universitas Bina Bangsa Getsempena (UBBG) mengikuti workshop meususon ranup yang berlangsung selama dua hari, 30...

Next Post

Mahasiswa USK Ikuti Seminar Editing Video Untuk Penguatan Dakwah Digital

Bahasa Aceh Terancam Tergerus, Bupati Aceh Besar Siapkan Program Wajib di Sekolah

Discussion about this post

CERITA

Sepuluh Tahun Menjaga Tradisi Merah Putih, Kisah Safura Merawat Rezeki dari Lapak Bendera

4 Agustus 2026

Liberika Tangse, Kopi Langka Beraroma Nangka

20 Juli 2026

Dari Lhoknga, Anyaman Bambu Menganyam Jalan ke Pasar Dunia

19 Juli 2026

Kehilangan Kaki dan Suami, Asmiati Menyimpan Harapan untuk Kembali Berdiri

17 Juli 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co