MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Minggu, Mei 3, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home News

Hantaran Sirih Kini Bisa Dimodernisasi, Dari Bunga Segar hingga Bentuk Kreatif

Redaksi by Redaksi
3 Mei 2026
in News
0
Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Hantaran sirih atau ranup yang selama ini identik dengan tradisi sakral dalam budaya Aceh kini mulai mengalami sentuhan modern. Hal ini dibahas dalam seminar meususon ranup yang digelar di Aula Universitas Bina Bangsa Getsempena (UBBG), Sabtu (2/5/2026).

Dalam pemaparannya, perwakilan UMKM Ranup Aceh, Ulfa, menjelaskan bahwa sirih telah menjadi bagian dari tradisi turun-temurun yang digunakan dalam berbagai prosesi adat, khususnya dalam acara pertunangan dan pernikahan.

RelatedPosts

Seminar Meususon Ranup di UBBG Bahas Relevansi Hikayat Prang Sabi bagi Generasi Muda

GeRAK Aceh Soroti Kelemahan Pembangunan Pasca Bencana

Khanduri Jazz 2026 Angkat Isu Bencana, Gaungkan Solidaritas Kemanusiaan

“Sirih ini sudah ada sejak masa nenek moyang kita, biasanya dibawakan ketika ingin ngunduh mantu. Begitu sampai mempelai pria ke rumah pengantin wanita, ada budaya pergantian sirih oleh orang tua,” ujarnya.

Namun seiring perkembangan zaman, hantaran sirih kini tidak lagi terbatas pada bentuk dan bahan tradisional. Ulfa menyebutkan bahwa inovasi mulai dilakukan agar tetap relevan dengan selera generasi masa kini.

“Hantaran ini bisa kita rangkai semodern mungkin, sekarang sudah kita gunakan bunga segar agar lebih tahan, tidak lagi bunga-bunga seurunai atau bunga melati,” jelasnya.

Selain penggunaan bahan, bentuk hantaran juga mengalami perkembangan. Jika sebelumnya hanya dikenal dalam bentuk khas seperti kupiah Aceh atau pintoe Aceh, kini variasinya semakin beragam.

“Sekarang bukan hanya bentuk kupiah Aceh atau pintoe Aceh saja, tapi juga bisa kita buat jadi bentuk menara kembar agar lebih modern,” tambah Ulfa.

Melalui inovasi ini, hantaran sirih diharapkan tetap menjadi bagian dari tradisi Aceh, namun dengan tampilan yang lebih menarik dan sesuai dengan perkembangan zaman tanpa menghilangkan makna budayanya.

Tags: Hantaran sirih atau ranupModernisasiUniversitas Bina Bangsa Getsempena (UBBG)
Previous Post

Seminar Meususon Ranup di UBBG Bahas Relevansi Hikayat Prang Sabi bagi Generasi Muda

Related Posts

Mahasiswa UBBG Ikuti Workshop Meususon Ranup, Lestarikan Budaya Aceh

by Aininadhirah
30 April 2026
0

MASAKINI.CO - Puluhan mahasiswa dari Universitas Bina Bangsa Getsempena (UBBG) mengikuti workshop meususon ranup yang berlangsung selama dua hari, 30...

Discussion about this post

CERITA

Dari Kuli Panggul ke Pencerita Visual, Perjalanan Sunyi Yulzi di Balik Lensa

1 Mei 2026

Berawal dari Angka Impor, Lahir Tempe Koro dari Dapur Aceh

1 Mei 2026

Latela Donut Olah Labu Jadi Produk Kekinian, Laris di Bazar Banda Experience

23 April 2026

Rumah Dibakar Ayah, Ibu dan Dua Anak Selamat dari Amukan Dini Hari

7 April 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co