MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Kamis, Agustus 6, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home Daerah

Bahasa Aceh Terancam Tergerus, Bupati Aceh Besar Siapkan Program Wajib di Sekolah

Riska Zulfira by Riska Zulfira
3 Mei 2026
in Daerah
0

Bupati Aceh Besar H Muharram Idris (Syech Muharram), menyampaikan sambutannya pada pembukaan Seminar Meuseuraya Adat di Aula Kebidanan Poltekkes Aceh, Kecamatan Darul Imarah, Kabupaten Aceh Besar, Minggu (3/5/2026). Foto: Prokopim Pemkab Aceh Besar

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Bupati Aceh Besar, Muharram Idris, menegaskan ancaman serius terhadap keberlangsungan bahasa Aceh yang kian ditinggalkan generasi muda. Pemerintah daerah kini menyiapkan langkah konkret dengan mewajibkan penggunaan bahasa Aceh di sekolah.

Pernyataan itu disampaikan Syech Muharram saat membuka Seminar Meuseuraya Adat di Darul Imarah, Minggu (3/5/2026). Ia menyebut, bahasa Aceh bukan sekadar alat komunikasi, melainkan identitas yang menentukan jati diri masyarakat.

RelatedPosts

Modal Gampong Berbuah Panen, Petani Lamgirek Raup Jutaan Rupiah dari Semangka Non Biji

Defisit 500 Ton per Hari, Pemprov Aceh Minta Pusat Turun Tangan Atasi Kelangkaan Semen

Pemkab Aceh Besar Turunkan Pompa Air Cegah Sawah Kekeringan di Lhoknga

“Kalau bahasa Aceh hilang, itu artinya kita gagal menjaga identitas,” tegasnya.

Ia mengungkapkan, terjadi pergeseran penggunaan bahasa yang cukup tajam antar generasi. Generasi lama masih menggunakan bahasa Aceh secara penuh, sementara generasi sekarang justru lebih dominan menggunakan bahasa Indonesia.

Kondisi paling mengkhawatirkan terlihat pada anak-anak saat ini. Mereka umumnya hanya memahami bahasa Aceh, tetapi tidak mampu menggunakannya dalam percakapan sehari-hari.

“Anak-anak sekarang lebih banyak pakai bahasa Indonesia. Bahasa Aceh hanya dipahami, tapi tidak bisa dipakai,” ujarnya.

Untuk mengatasi hal tersebut, Pemkab Aceh Besar merancang program penggunaan bahasa Aceh selama tiga hari dalam sepekan di lingkungan sekolah. Langkah ini ditargetkan menjadi upaya konkret untuk mengembalikan penggunaan bahasa daerah di kalangan generasi muda.

“Kita harap anak-anak bisa kembali menggunakan bahasa Aceh dan melestarikannya,” kata Muharram.

Selain bahasa, ia juga menyoroti lemahnya pemahaman masyarakat terhadap penerapan hukum adat dan syariat, termasuk dalam praktik gadai-menggadai yang dinilai masih banyak keliru.

Ia mendorong penguatan kegiatan beut kitab di tingkat gampong dan mukim, khususnya bagi para pengambil kebijakan desa, guna memperkuat nilai-nilai keislaman dan adat dalam kehidupan masyarakat.

“Kalau pemahaman kuat, kita bisa bangun pageu gampong untuk menjaga masyarakat dari pengaruh negatif,” ujarnya.

Di akhir, Muharram menegaskan komitmen pemerintah untuk mengembalikan identitas masyarakat Aceh Besar sebagai generasi yang kuat dalam adat dan budaya.

“Kita ingin generasi ke depan tetap berakar pada adat dan budaya Aceh,” pungkasnya.

Tags: Bahasa Acehidentitas budaya AcehMuharram Idrispelestarian bahasa daerahprogram sekolah Aceh
Previous Post

Mahasiswa USK Ikuti Seminar Editing Video Untuk Penguatan Dakwah Digital

Next Post

27 Tahun Tragedi Simpang KKA, Korban Desak Negara Akhiri Impunitas dan Segera Gelar Pengadilan HAM

Related Posts

Bahasa Aceh Terancam, Sekolah Diminta Wajibkan Penggunaan Setiap Kamis

by Ahmad Mufti
18 Juni 2026
0

MASAKINI.CO - Pemerintah Kabupaten Aceh Besar mendorong seluruh satuan pendidikan memperkuat penggunaan Bahasa Aceh di lingkungan sekolah sebagai langkah menjaga...

40 Mobil Hias Meriahkan Pawai Takbiran, Ribuan Warga Tumpah Ruah di Lambaro

by Riska Zulfira
27 Mei 2026
0

MASAKINI.CO – Ribuan warga memadati sepanjang ruas jalan di kawasan Lambaro hingga Darul Imarah untuk menyaksikan Pawai Takbiran Hari Raya...

Bupati Aceh Besar Tekankan Penguatan Ekonomi Syariah dan Peran Lembaga Keistimewaan Aceh

by Riska Zulfira
9 Maret 2026
0

MASAKINI.CO – Bupati Aceh Besar, Muharram Idris, menegaskan pentingnya penguatan ekonomi masyarakat berbasis syariah serta peran lembaga keistimewaan Aceh dalam...

Next Post

27 Tahun Tragedi Simpang KKA, Korban Desak Negara Akhiri Impunitas dan Segera Gelar Pengadilan HAM

Manchester United Tertarik Datangkan Donyell Malen yang Bersinar di Roma

Discussion about this post

CERITA

Sepuluh Tahun Menjaga Tradisi Merah Putih, Kisah Safura Merawat Rezeki dari Lapak Bendera

4 Agustus 2026

Liberika Tangse, Kopi Langka Beraroma Nangka

20 Juli 2026

Dari Lhoknga, Anyaman Bambu Menganyam Jalan ke Pasar Dunia

19 Juli 2026

Kehilangan Kaki dan Suami, Asmiati Menyimpan Harapan untuk Kembali Berdiri

17 Juli 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co