MASAKINI.CO – Pemerintah Kabupaten Aceh Besar memperkuat pendidikan agama di sekolah melalui program Beut Kitab Bak Sikula yang segera diterapkan di seluruh sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP).
Bupati Aceh Besar, Muharram Idris atau yang akrab disapa Syech Muharram, mengatakan proses perekrutan tenaga pengajar untuk program tersebut hampir rampung dan siap difinalkan.
“Alhamdulillah persoalan guru-guru di dua belas wilayah sudah hampir kita finalkan. Ini langkah penting dalam memperkuat pendidikan agama di sekolah-sekolah kita,” kata Muharram saat memimpin rapat evaluasi perekrutan pengajar di Gedung Dekranasda Aceh Besar, Jumat (6/3/2026) malam.
Program Beut Kitab Bak Sikula merupakan kebijakan Pemerintah Kabupaten Aceh Besar untuk memperkuat pembelajaran kitab dan pendidikan Islam di sekolah formal.
Muharram menegaskan program tersebut tidak lagi bersifat percontohan, tetapi akan diterapkan di seluruh sekolah yang berada di bawah Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Besar.
“Insya Allah dalam waktu dekat kita akan lakukan launching. Program ini bukan lagi percontohan, tapi sudah kita terapkan untuk seluruh sekolah,” ujarnya.
Untuk memaksimalkan pelaksanaan program, pemerintah daerah juga mengatur penempatan guru berdasarkan sistem regional agar mobilitas pengajar lebih efisien.
“Kita atur berdasarkan regional supaya para guru tidak habis waktu di jalan dan bisa fokus mengajar,” jelasnya.
Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Besar, Rahmawati, menyampaikan total kebutuhan tenaga pengajar program tersebut mencapai 457 orang yang akan ditempatkan di 215 SD dan 89 SMP di seluruh Aceh Besar.
Ia menjelaskan pada tahap awal tahun 2025, pemerintah telah merekrut 124 guru sebagai bagian dari program percontohan. Kemudian pada seleksi lanjutan tahun 2026 dilakukan perekrutan tambahan.
“Pada seleksi tahap kedua tahun 2026, dari kebutuhan 333 orang yang dibuka, sebanyak 276 orang dinyatakan lulus. Selain itu ada 42 guru dari kategori SPT tahun 2025 yang juga lulus,” kata Rahmawati.
Selain itu, terdapat 10 guru dari program Beut Kitab Bak Fauzul Kabir yang sudah lebih dulu mengajar dan turut menjadi bagian dari tenaga pengajar program tersebut.
Dengan demikian, secara keseluruhan jumlah guru yang telah lulus seleksi mencapai 452 orang. Artinya, masih terdapat kekurangan lima orang lagi untuk memenuhi total kebutuhan 457 guru.
Program ini juga direncanakan melibatkan para penghafal Al-Qur’an serta alumni dayah melalui kerja sama dengan Kementerian Agama untuk memperkuat pendidikan agama di sekolah.










Discussion about this post