MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Rabu, Agustus 5, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home News

Mahasiswa UBBG Ikuti Workshop Meususon Ranup, Lestarikan Budaya Aceh

Aininadhirah by Aininadhirah
30 April 2026
in News
0

Kegiatan menyusun ranup (Sirih) oleh Mahasiswa UBBG, Kamis (30/4/2026) | Foto : Aininadhirah/masakini.co

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Puluhan mahasiswa dari Universitas Bina Bangsa Getsempena (UBBG) mengikuti workshop meususon ranup yang berlangsung selama dua hari, 30 April hingga 1 Mei. Kegiatan ini bertujuan untuk melestarikan tradisi Aceh sekaligus membekali peserta dengan keterampilan menyusun ranup (sirih).

Salah satu peserta, Muna, mengaku mendapatkan banyak manfaat dari kegiatan tersebut. Ia menyebutkan bahwa sebelumnya dirinya belum mampu menyusun ranup, namun kini sudah mulai menguasainya. “Dari kegiatan ini banyak manfaat yang kami dapatkan, dari awal tidak bisa suson ranup ini, sekarang sudah bisa,” ujarnya, Kamis (30/4/2026).

RelatedPosts

Kekeringan Aceh Besar Meluas, 2.125 Hektare Sawah Terdampak

Warisan Budaya Aceh Didorong Jadi Aset Ekonomi, UIN Ar-Raniry Kembangkan Grand Design KIL

Nilai Tukar Petani Aceh Naik 1,57 Persen, Gabah hingga Sawit Dongkrak NTP

Workshop ini menghadirkan pelaku UMKM Ranup Aceh yang telah berdiri sejak 2015 sebagai pemandu kegiatan. Tiga orang instruktur turut membimbing peserta secara langsung dalam setiap tahapan penyusunan ranup.

Perwakilan UMKM Ranup Aceh, Ulfa, mengatakan pihaknya menerima undangan untuk berbagi ilmu kepada mahasiswa. Ia berharap keterampilan tersebut dapat diteruskan kepada masyarakat luas.

“Kami mendapatkan undangan dari kegiatan ini dan kami bersedia untuk mengajarkan mahasiswa di sini agar bisa diajarkan ke warga yang lain,” kata Ulfa.

Dalam praktiknya, peserta diajarkan tahapan menyusun ranup secara detail, mulai dari persiapan bahan hingga proses perangkaiannya. “Tahapan pertama kita siapkan bahan, priha, kemudian sirih dan bunga juga kita siapkan sehari sebelum kegiatan. Setelah sirih layu, baru kita rangkai sirih dan susun bunganya,” jelasnya.

Ketua pelaksana kegiatan, Satrina Amran, menyampaikan bahwa workshop ini merupakan bagian dari rangkaian program hibah yang diterimanya. Selain praktik, kegiatan juga akan dilanjutkan dengan seminar kebudayaan Aceh.

“Workshop ini dilaksanakan dua hari, 30 April sampai 1 Mei. Pada 2 Mei akan diadakan seminar kebudayaan Aceh, salah satunya akan dibahas meususon ranup dan budaya Aceh secara luas,” ujarnya.

Ia menambahkan, kegiatan ini melibatkan 30 mahasiswa UBBG yang terdiri dari 15 mahasiswa Program Studi Kesenian dan 15 mahasiswa Program Studi Bahasa dan Sastra Aceh, serta pelaku UMKM Ranup Aceh.

Untuk mendukung pelaksanaan, panitia bekerja sama dengan sejumlah lembaga, di antaranya KKK, UBBG, Aceh Disaster Institute, Yayasan Gotong Royong Kreatif, Jambo Kreasi Nusantara, serta Media Masakini.

Melalui workshop ini, diharapkan generasi muda semakin mengenal dan mampu melestarikan tradisi meususon ranup sebagai bagian dari kekayaan budaya Aceh.

Tags: Ranup (sirih)UMKM Ranup AcehUniversitas Bina Bangsa Getsempena (UBBG)
Previous Post

Stok Melimpah, Harga Ikan di Pasar Al-Mahirah Turun

Next Post

Anak Muda Mulai Serius Investasi Emas Digital

Related Posts

Hantaran Sirih Kini Bisa Dimodernisasi, Dari Bunga Segar hingga Bentuk Kreatif

by Redaksi
3 Mei 2026
0

MASAKINI.CO - Hantaran sirih atau ranup yang selama ini identik dengan tradisi sakral dalam budaya Aceh kini mulai mengalami sentuhan...

Workshop Meususon Ranup Kenalkan Budaya Aceh ke Generasi Z

by Aininadhirah
2 Mei 2026
0

MASAKINI.CO - Workshop meususon ranup yang digelar selama dua hari mendapat respons positif dari peserta. Kegiatan ini merupakan bagian dari...

Next Post

Anak Muda Mulai Serius Investasi Emas Digital

Wagub Aceh Tinjau Jalan Rp24 Miliar di Pidie, Warga Tak Lagi Gunakan Sampan

Discussion about this post

CERITA

Sepuluh Tahun Menjaga Tradisi Merah Putih, Kisah Safura Merawat Rezeki dari Lapak Bendera

4 Agustus 2026

Liberika Tangse, Kopi Langka Beraroma Nangka

20 Juli 2026

Dari Lhoknga, Anyaman Bambu Menganyam Jalan ke Pasar Dunia

19 Juli 2026

Kehilangan Kaki dan Suami, Asmiati Menyimpan Harapan untuk Kembali Berdiri

17 Juli 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co