MASAKINI.CO – Puluhan mahasiswa dari Universitas Bina Bangsa Getsempena (UBBG) mengikuti workshop meususon ranup yang berlangsung selama dua hari, 30 April hingga 1 Mei. Kegiatan ini bertujuan untuk melestarikan tradisi Aceh sekaligus membekali peserta dengan keterampilan menyusun ranup (sirih).
Salah satu peserta, Muna, mengaku mendapatkan banyak manfaat dari kegiatan tersebut. Ia menyebutkan bahwa sebelumnya dirinya belum mampu menyusun ranup, namun kini sudah mulai menguasainya. “Dari kegiatan ini banyak manfaat yang kami dapatkan, dari awal tidak bisa suson ranup ini, sekarang sudah bisa,” ujarnya, Kamis (30/4/2026).
Workshop ini menghadirkan pelaku UMKM Ranup Aceh yang telah berdiri sejak 2015 sebagai pemandu kegiatan. Tiga orang instruktur turut membimbing peserta secara langsung dalam setiap tahapan penyusunan ranup.
Perwakilan UMKM Ranup Aceh, Ulfa, mengatakan pihaknya menerima undangan untuk berbagi ilmu kepada mahasiswa. Ia berharap keterampilan tersebut dapat diteruskan kepada masyarakat luas.
“Kami mendapatkan undangan dari kegiatan ini dan kami bersedia untuk mengajarkan mahasiswa di sini agar bisa diajarkan ke warga yang lain,” kata Ulfa.
Dalam praktiknya, peserta diajarkan tahapan menyusun ranup secara detail, mulai dari persiapan bahan hingga proses perangkaiannya. “Tahapan pertama kita siapkan bahan, priha, kemudian sirih dan bunga juga kita siapkan sehari sebelum kegiatan. Setelah sirih layu, baru kita rangkai sirih dan susun bunganya,” jelasnya.
Ketua pelaksana kegiatan, Satrina Amran, menyampaikan bahwa workshop ini merupakan bagian dari rangkaian program hibah yang diterimanya. Selain praktik, kegiatan juga akan dilanjutkan dengan seminar kebudayaan Aceh.
“Workshop ini dilaksanakan dua hari, 30 April sampai 1 Mei. Pada 1 Mei akan diadakan seminar kebudayaan Aceh, salah satunya akan dibahas meususon ranup dan budaya Aceh secara luas,” ujarnya.
Ia menambahkan, kegiatan ini melibatkan 30 mahasiswa UBBG yang terdiri dari 15 mahasiswa Program Studi Kesenian dan 15 mahasiswa Program Studi Bahasa dan Sastra Aceh, serta pelaku UMKM Ranup Aceh.
Untuk mendukung pelaksanaan, panitia bekerja sama dengan sejumlah lembaga, di antaranya KKK, UBBG, Aceh Disaster Institute, Yayasan Gotong Royong Kreatif, Jambo Kreasi Nusantara, serta Media Masakini.
Melalui workshop ini, diharapkan generasi muda semakin mengenal dan mampu melestarikan tradisi meususon ranup sebagai bagian dari kekayaan budaya Aceh.






Discussion about this post