MASAKINI.CO – Minat generasi muda terhadap investasi emas terus meningkat. Dalam satu tahun terakhir, tren cicil emas di Bank Syariah Indonesia (BSI) melonjak hingga 123,18 persen secara tahunan (year on year), dengan dominasi nasabah dari kalangan Gen Z dan milenial mencapai 61,5 persen.
Lonjakan ini menunjukkan pergeseran pola pikir anak muda yang mulai melihat emas sebagai instrumen investasi jangka menengah hingga panjang yang relatif aman.
Direktur Sales and Distribution BSI, Anton Sukarna, mengatakan pihaknya menyediakan berbagai skema kepemilikan emas untuk menjawab kebutuhan tersebut, mulai dari cicil emas, gadai emas, hingga Tabungan E-mas.
“Emas merupakan instrumen investasi yang stabil dan relatif aman dalam jangka panjang. Kami ingin membuka akses seluas-luasnya bagi anak muda agar bisa mulai berinvestasi sejak dini,” ujarnya, Kamis (30/4/2026).
BSI menawarkan program cicil emas logam mulia mulai dari 5 gram dengan tenor satu hingga lima tahun. Skema cicilan ringan dan jangka waktu panjang dinilai menjadi daya tarik utama, terutama bagi Gen Z yang ingin berinvestasi namun terbatas modal awal.
Selain itu, kemudahan akses digital juga menjadi faktor pendorong. Proses pengajuan cicil emas dapat dilakukan secara daring melalui aplikasi BYOND by BSI, dengan sistem yang cepat dan harga emas yang diperbarui secara real time.
Di sisi lain, produk emas BSI juga diklaim dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan lain, termasuk persiapan biaya haji. Masyarakat dapat mencicil emas sejak dini atau memanfaatkan layanan gadai emas saat membutuhkan dana pelunasan.
BSI menilai tren ini sebagai peluang untuk memperluas inklusi keuangan syariah, sekaligus mendorong generasi muda lebih mandiri secara finansial.
“Kami berharap dapat menjadi mitra strategis bagi generasi muda dalam mencapai kemandirian finansial,” tutup Anton.








Discussion about this post