MASAKINI.CO – Saat Porto resmi dikukuhkan sebagai juara liga Portugal, Benfica justru dilanda kemarahan usai bermain imbang 2-2 melawan Famalicao. Tim asuhan Mourinho sempat unggul 2-0 namun hasil ini merumitkan peluang lolos ke Liga Champions.
Klub memprotes sejumlah keputusan kontroversial, termasuk penalti yang tidak diberikan dan keputusan VAR yang merugikan. Kapten tim, Otamendi, juga harus keluar lapangan lebih awal setelah mendapatkan kartu merah di menit ke-55.
Sebagai bentuk protes yang sangat ironis, “Benfica mengumumkan lewat media sosial bahwa penghargaan pemain terbaik pertandingan diberikan kepada wasit Gustavo Correia beserta seluruh tim kepemimpinannya,” mengutip mundodevertivo, Minggu (3/5/2026).
Presiden klub, Rui Costa, menyatakan kegeraman mendalam dan solidaritas dengan suporter. Ia menegaskan tidak ada pihak berhak menentukan hasil pertandingan selain pemain, dan tindakan wasit dinilai jelas menghalangi timnya.
Hasil ini membuat Benfica hanya unggul tiga poin atas Sporting dengan dua laga tersisa. Persaingan untuk mengamankan tiket kompetisi Eropa kini menjadi semakin ketat dan menegangkan.









Discussion about this post