MASAKINI.CO – Nilai-nilai dalam Hikayat Prang Sabi dinilai masih relevan dengan kehidupan generasi masa kini. Hal ini mengemuka dalam seminar Meususon ranup yang digelar di Aula Universitas Bina Bangsa Getsempena (UBBG) dan dibuka langsung oleh Rektor UBBG, Sabtu (2/5/2026).
Seminar tersebut menjadi ruang diskusi bagi mahasiswa untuk memahami kembali makna hikayat sebagai warisan budaya Aceh yang tidak hanya bersifat historis, tetapi juga sarat pesan moral untuk kehidupan sehari-hari.
Ketua Program Studi Sastra Aceh UBBG, Regina, menyampaikan bahwa Hikayat Prang Sabi mengandung berbagai nilai yang tetap relevan hingga saat ini.
“Hikayat Prang Sabi punya banyak pesan moral, kejujuran, kesetiaan, tanggung jawab, untuk memperjuangkan agama Islam,” ujarnya.
Sementara itu, mahasiswa PGSD, Hafiz Sabri, menilai relevansi hikayat tersebut dapat dilihat dari perubahan konteks perjuangan dari masa ke masa.
“Hikayat Prang Sabi itu masih relevan saat ini karena ketika zaman dahulu perangnya sama penjajah dan sekarang kita perang dengan kebodohan, maka hikayat ini menceritakan kita untuk melawan kebodohan itu,” ungkapnya.
Melalui seminar ini, diharapkan generasi muda dapat lebih mengenal dan memahami nilai-nilai budaya Aceh, serta mampu mengaplikasikannya dalam menghadapi tantangan zaman.








Discussion about this post