MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Senin, April 20, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home News

Bea Cukai Lhokseumawe Edukasi Generasi Muda Soal Fiskal dan Bahaya Barang Ilegal

Ulfah by Ulfah
20 April 2026
in News
0
Bea Cukai Lhokseumawe Edukasi Generasi Muda Soal Fiskal dan Bahaya Barang Ilegal

Direktorat Jenderal Bea dan Cukai melalui Bea Cukai Lhokseumawe menggelar program Customs Goes To School (CGTS) di SMA Negeri 1 Lhokseumawe, Senin (20/4/2026). | Foto : Ist

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Direktorat Jenderal Bea dan Cukai melalui Bea Cukai Lhokseumawe menggelar program Customs Goes To School (CGTS) di SMA Negeri 1 Lhokseumawe, Senin (20/4/2026), sebagai bagian dari strategi edukasi publik sejak dini mengenai kepabeanan, cukai, dan perlindungan masyarakat dari peredaran barang ilegal.

Kepala Seksi Kepatuhan Internal dan Penyuluhan Bea Cukai Lhokseumawe, Vicky Fadian, menegaskan bahwa CGTS merupakan instrumen edukasi strategis untuk mengenalkan peran negara melalui fungsi kepabeanan dan cukai kepada generasi muda.

RelatedPosts

Tunggakan Hak dan Obat Picu Mogok, 13 Poliklinik RSUD Aceh Besar Tutup

Pemuda Tionghoa di Banda Aceh Mantap Masuk Islam

Krisis Air Bersih Hantui Penyintas Banjir Aceh Utara, Warga Terpaksa Antre di Masjid

“Bea Cukai bukan semata institusi pemungut penerimaan negara, tetapi juga memiliki mandat strategis sebagai revenue collector, community protector, industrial assistance, dan trade facilitator. Fungsi-fungsi ini penting dipahami pelajar sebagai bagian dari literasi kewarganegaraan dan kesadaran hukum,” ujar Vicky.

Menurut Vicky, pengenalan tugas dan fungsi Bea Cukai sejak usia sekolah menjadi relevan di tengah meningkatnya tantangan peredaran barang ilegal, termasuk rokok ilegal, yang berdampak pada penerimaan negara, persaingan usaha yang sehat, hingga perlindungan konsumen.

Dalam forum tersebut, para siswa juga diajak memahami peran masyarakat dalam mendukung pengawasan partisipatif. Edukasi tidak hanya menekankan aspek regulasi, tetapi juga membangun kesadaran kolektif bahwa pengawasan terhadap barang ilegal merupakan bagian dari tanggung jawab bersama.

“Generasi muda harus menjadi bagian dari ekosistem perlindungan masyarakat. Memahami bahaya barang ilegal, termasuk rokok ilegal, adalah langkah awal membangun kesadaran itu,” jelas Plh. Kepala Kantor Bea Cukai Lhokseumawe, M. Syahputra.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Mukhlis, menyambut positif pelaksanaan CGTS dan mengapresiasi komitmen Bea Cukai Lhokseumawe dalam mendekatkan fungsi negara kepada lingkungan pendidikan.

“Kami berterima kasih atas kehadiran Bea Cukai Lhokseumawe yang aktif memberikan pemahaman kepada siswa tentang apa itu Bea Cukai dan perannya bagi negara maupun masyarakat,” ujarnya.

Pada sesi akhir, narasumber Harisma Hutagalung memberikan edukasi praktis mengenai cara mengenali pita cukai sebagai identifikasi awal keaslian produk secara kasat mata. Materi ini menjadi bagian dari penguatan pemahaman siswa terhadap ciri-ciri dasar produk legal dan indikasi barang yang patut diwaspadai.

Program CGTS merupakan bagian dari pendekatan edukatif Direktorat Jenderal Bea dan Cukai untuk memperluas pemahaman publik bahwa pengawasan kepabeanan dan cukai tidak hanya berada di wilayah pelabuhan dan perbatasan, tetapi juga berkaitan erat dengan perlindungan masyarakat, kepatuhan hukum, dan keberlanjutan ekonomi nasional.

Melalui edukasi di lingkungan sekolah, Bea Cukai mendorong tumbuhnya generasi muda yang tidak hanya memahami fungsi fiskal negara, tetapi juga memiliki kesadaran menjadi warga yang kritis terhadap peredaran barang ilegal.

Tags: Bea Cukai LhokseumaweCustoms Goes To SchoolGenerasi Muda
Previous Post

Tunggakan Hak dan Obat Picu Mogok, 13 Poliklinik RSUD Aceh Besar Tutup

Related Posts

Bea Cukai Lhokseumawe Salurkan 7 Ton Lebih Bantuan untuk Korban Bencana di Aceh   

Bea Cukai Lhokseumawe Salurkan 7 Ton Lebih Bantuan untuk Korban Bencana di Aceh  

by Ulfah
25 Maret 2026
0

MASAKINI.CO – Bea Cukai Lhokseumawe mencatatkan rangkaian aksi kemanusiaan dengan menyalurkan bantuan lebih dari 7 ton kepada masyarakat terdampak bencana...

Tenun Aceh, Dikenal di Selat Malaka Hingga Diincar Belanda

Emas Naik, Niat Menikah Goyah: Salah Adat atau Salah Persepsi?

by Aininadhirah
26 Januari 2026
0

MASAKINI.CO - Di balik etalase toko emas yang berkilau, angka di papan harga terus bergerak naik. Sekitar Rp9,1 juta per...

Tim Relawan Kemenkeu Salurkan 1,7 Ton Beras ke Bener Meriah

by Ulfah
15 Desember 2025
0

MASAKINI.CO — Sebanyak 1,7 ton beras bantuan disalurkan ke wilayah bencana dengan akses yang masih terputus, yakni Desa Seni Antara,...

Discussion about this post

CERITA

Rumah Dibakar Ayah, Ibu dan Dua Anak Selamat dari Amukan Dini Hari

7 April 2026

Dari Ditolak hingga Diakui: Jalan Sunyi Inayatillah Membuktikan Perempuan Bisa Memimpin

2 April 2026

Dari Balik Tenda, Suara Wara Bongkar Realitas Pengungsi Aceh Tamiang

27 Maret 2026
Sambut Idul Fitri, Kak Na Keliling Kota Berbagi Daging Meugang

Sambut Idul Fitri, Kak Na Keliling Kota Berbagi Daging Meugang

19 Maret 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co