MASAKINI.CO – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Pidie menyoroti sejumlah tantangan organisasi sekaligus mendorong penguatan kaderisasi dalam pertemuan bersama pengurus, lembaga, dan badan otonom (banom) di Sigli.
Forum tersebut menjadi ajang konsolidasi internal untuk membahas arah program kerja NU di Kabupaten Pidie, sekaligus merespons dinamika sosial yang terus berkembang di tengah masyarakat.
Ketua PCNU Pidie, Abati Isafuddin, menegaskan pentingnya memperkuat sistem kaderisasi sebagai fondasi keberlanjutan organisasi. Menurutnya, tanpa kader yang kuat, peran NU di tengah masyarakat akan sulit dijaga secara konsisten.
“Kaderisasi harus diperkuat agar organisasi tetap berjalan dan mampu menjawab tantangan zaman,” ujarnya.
Selain itu, ia juga menekankan pentingnya sinergi antara pengurus, lembaga, dan banom dalam menjalankan program kerja. Kolaborasi dinilai menjadi kunci agar setiap agenda organisasi dapat berjalan efektif dan memberi dampak nyata bagi masyarakat.
“Saya berharap semua bisa bersatu dan saling menguatkan dalam menjalankan program organisasi,” kata Abati.
Pertemuan ini turut dihadiri berbagai badan otonom NU, di antaranya Ansor, ISNU, Fatayat, Muslimat, IPNU, IPPNU, dan LazisNU. Keterlibatan seluruh elemen ini diharapkan mampu memperkuat peran NU di Pidie, baik dalam bidang keagamaan, sosial, maupun pemberdayaan masyarakat.







Discussion about this post