MASAKINI.CO – Pemerintah Kota Banda Aceh menyambut kehadiran PT Sucofindo (Persero) sebagai peluang besar untuk meningkatkan daya saing puluhan ribu pelaku usaha lokal. Kehadiran perusahaan jasa pengujian, inspeksi, dan sertifikasi tersebut dinilai dapat membantu UMKM Aceh menembus pasar yang lebih luas melalui peningkatan kualitas dan standar produk.
Menurut Illiza, keberadaan Sucofindo bukan sekadar menghadirkan layanan sertifikasi dan pengujian, tetapi juga membuka akses baru bagi pelaku usaha untuk berkembang dan lebih siap menghadapi persaingan pasar.
“Kami melihat kehadiran Sucofindo sebagai mitra yang akan membantu pelaku usaha kita mendapatkan pendampingan, meningkatkan kualitas produk, memperkuat daya saing, dan membuka peluang pasar yang lebih besar,” kata Illiza, Kamis (4/6/2026).
Ia menilai peresmian kantor pemasaran tersebut menjadi langkah strategis dalam memperkuat ekosistem ekonomi daerah, terutama bagi sektor usaha kecil dan menengah yang selama ini menjadi tulang punggung perekonomian Kota Banda Aceh.
Berdasarkan data Pemerintah Kota Banda Aceh, hingga Desember 2025 terdapat 47.640 pelaku UMKM yang aktif menjalankan usaha di berbagai sektor ekonomi.
Illiza mengatakan, tantangan dunia usaha saat ini tidak lagi hanya menghasilkan produk yang baik, tetapi juga memenuhi berbagai standar yang dibutuhkan pasar, mulai dari jaminan mutu, keamanan produk, hingga sertifikasi halal.
“Produk yang bagus saja belum cukup. Pasar sekarang menuntut kualitas, standar keamanan, sertifikasi halal, hingga jaminan mutu yang jelas. Di sinilah peran Sucofindo menjadi sangat penting,” ujarnya.
Ia menyebut Banda Aceh memiliki berbagai potensi ekonomi yang terus berkembang, mulai dari kopi, kuliner, hasil perikanan, hingga produk kreatif UMKM yang membutuhkan dukungan sertifikasi dan standardisasi agar mampu bersaing di pasar nasional maupun internasional.
Kehadiran Sucofindo juga dinilai sejalan dengan program prioritas Banda Aceh Academy (BAA) yang fokus pada peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Menurut Illiza, kerja sama dengan Sucofindo akan mempermudah pelaksanaan pelatihan yang disertai sertifikasi kompetensi bagi peserta.
Selain mendukung pengembangan UMKM, Pemko Banda Aceh berharap Sucofindo dapat menjadi mitra dalam mendorong investasi, meningkatkan kualitas produk daerah, dan memperkuat pertumbuhan ekonomi masyarakat.
“Kami berharap kantor ini tidak hanya menjadi tempat pelayanan administrasi, tetapi juga menjadi ruang kolaborasi, ruang pendampingan, dan ruang tumbuh bagi pelaku usaha Aceh,” kata Illiza.
Ia menegaskan, sinergi antara pemerintah, BUMN, dan pelaku usaha menjadi faktor penting dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Ketika pemerintah, BUMN, dan pelaku usaha berjalan dengan semangat yang sama, maka manfaatnya akan kembali kepada masyarakat,” ujarnya.








Discussion about this post