MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Rabu, Juli 15, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home News

Banda Aceh Produksi 250 Ton Sampah per Hari, Wali Kota Minta Warga Ubah Cara Kelola Sampah

Riska Zulfira by Riska Zulfira
15 Juli 2026
in News
0

Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, saat membuka Sosialisasi Pelaksanaan Waste Collecting Point (WCP) Tahun 2026 di Aula Lantai IV Gedung A Mawardy Nurdin, Balai Kota Banda Aceh, Rabu, 15 Juli 2026. | Foto: Humas Pemko Banda Aceh

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Pemerintah Kota Banda Aceh mendorong perubahan pola pikir masyarakat dalam menangani persoalan sampah melalui program Waste Collecting Point (WCP). Program ini diarahkan untuk mengubah kebiasaan membuang sampah menjadi budaya memilah dan mengelola sampah sejak dari sumbernya.

Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, mengatakan persoalan sampah kini tidak hanya berkaitan dengan kebersihan kota, tetapi telah menjadi tantangan pembangunan yang membutuhkan keterlibatan seluruh masyarakat.

RelatedPosts

Dua Pelaku Curanmor Honda CRF di Lamgugob Dibekuk, Motor Dijual ke Aceh Utara Rp5,5 Juta

Enam Tersangka Dugaan Ikhtilat di Banda Aceh Terancam 30 Kali Cambuk, Ditahan 20 Hari

Perempuan Asal Lamdingin Ditemukan Meninggal Mengapung di Krueng Aceh

Hal itu disampaikan Illiza saat membuka Sosialisasi Pelaksanaan Waste Collecting Point (WCP) Tahun 2026 di Aula Lantai IV Gedung A Mawardy Nurdin, Balai Kota Banda Aceh, Rabu (15/7/2026).

Illiza menyebutkan, dengan jumlah penduduk Banda Aceh yang mencapai 269.552 jiwa, produksi sampah kota saat ini mencapai sekitar 249 hingga 250 ton per hari.

“Paradigma kita harus berubah. Sampah tidak boleh lagi dipandang sebagai sesuatu yang selesai ketika dibuang. Sampah harus dipandang sebagai sumber daya yang masih memiliki nilai ekonomi maupun nilai lingkungan apabila dikelola dengan prinsip Reduce, Reuse, dan Recycle (3R),” ujar Illiza.

Menurutnya, WCP menjadi salah satu upaya Pemko Banda Aceh melalui Program Aksi Solutif untuk Ramah Lingkungan (ASRI) untuk membangun sistem pengelolaan sampah berbasis masyarakat.

Melalui WCP, masyarakat akan didorong memilah sampah organik, anorganik, dan residu sejak dari rumah tangga sebelum dibawa ke tempat pengumpulan. Dengan pola tersebut, volume sampah yang masuk ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) dapat ditekan dan potensi daur ulang dapat meningkat.

“WCP bukan hanya tempat pengumpulan sampah, tetapi instrumen untuk membangun kebiasaan baru masyarakat. Budaya peduli lingkungan harus dimulai dari rumah, kemudian berkembang ke dusun, gampong, hingga seluruh kota,” katanya.

Illiza menegaskan keberhasilan program tersebut tidak dapat hanya bergantung pada pemerintah. Ia meminta dukungan aparatur gampong, dunia usaha, sekolah, perguruan tinggi, komunitas, hingga tokoh masyarakat untuk ikut menggerakkan perubahan perilaku dalam pengelolaan sampah.

Ia juga mengapresiasi keterlibatan Kelompok Wanita Tani (KWT) sebagai pengelola WCP. Menurutnya, perempuan memiliki peran penting dalam membangun kebiasaan memilah sampah di tingkat keluarga.

Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kota Banda Aceh, Hendra Gunawan, mengatakan WCP merupakan salah satu program prioritas Pemko Banda Aceh Tahun 2026 dalam mendukung kawasan permukiman yang bersih dan sehat.

Program tersebut akan dilaksanakan di 10 gampong dengan kegiatan berupa pembangunan shelter sampah terpilah, penyediaan sarana pemilahan, sosialisasi, pelatihan, hingga pemantauan pelaksanaan.

Menurut Hendra, WCP juga menjadi bagian dari penguatan inovasi pengelolaan sampah berbasis masyarakat yang telah dikembangkan Banda Aceh.

Melalui program tersebut, Pemko Banda Aceh menargetkan pengelolaan sampah tidak lagi hanya berorientasi pada pengangkutan dan pembuangan, tetapi mulai beralih pada pengurangan sampah dari sumbernya dengan melibatkan langsung masyarakat.

Tags: Cara Kelola SampahIlliza Sa'aduddin DjamalKelompok Wanita Tani (KWT)Pemerintah Kota Banda AcehProgram Aksi Solutif untuk Ramah LingkunganWCP
Previous Post

Dua Pelaku Curanmor Honda CRF di Lamgugob Dibekuk, Motor Dijual ke Aceh Utara Rp5,5 Juta

Related Posts

Pemko Banda Aceh Tingkatkan Daya Saing Perajin Lewat Pelatihan Bordir Wastra Aceh

by Riska Zulfira
14 Juli 2026
0

MASAKINI.CO – Pemerintah Kota Banda Aceh melalui Dekranasda menggencarkan penguatan daya saing pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dengan...

Illiza Serahkan LKPJ APBK 2025, DPRK Soroti Dampak Anggaran bagi Masyarakat

by Ali L
14 Juli 2026
0

MASAKINI.CO – Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal menyerahkan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun Anggaran 2025 kepada DPRK Banda...

Pengurus Baru Perpani Banda Aceh Dikukuhkan, Illiza Dorong Regenerasi Atlet Panahan

by Ahlul Fikar
12 Juli 2026
0

MASAKINI.CO – Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal mendorong Pengurus Cabang (Pengcab) Persatuan Panahan Indonesia (Perpani) Kota Banda Aceh...

Discussion about this post

CERITA

Pemkab Aceh Besar Umumkan Hasil Seleksi Administrasi JPT Pratama, 50 Peserta Lolos

14 Juli 2026

Keberanian yang Mengantar Ghaisya ke Podium Emas

8 Juli 2026

Menunggu Rezeki di Bawah Tenda Musim Durian

28 Juni 2026

Dari Lahan Penggembalaan ke Destinasi Favorit, Savana Indrapuri Sedot Ribuan Pengunjung

24 Mei 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co