MASAKINI.CO – Kehadiran Lionel Messi di Inter Miami sejak 2023 mengubah total wajah sepak bola Amerika Serikat. Ia bukan sekadar pemain terbaik, melainkan motor penggerak ekonomi yang membawa gelar juara dan perhatian dunia yang luar biasa.
Setiap pertandingan yang diikutinya selalu memecahkan rekor penonton. Laga melawan Colorado pada April 2026 misalnya, dihadiri 75.824 orang yang memaksa panitia memindahkan venue ke stadion NFL demi menampung antusiasme tinggi.
“Namun di balik kesuksesan komersial itu, tersimpan realitas yang kurang nyaman,” mengutip football365, Minggu (3/5/2026). “Mobilitas tinggi Messi, mulai dari tur promosi ke India hingga jadwal padat, menyebabkan lonjakan emisi karbon yang signifikan dan beban lingkungan.”
Perjalanan jauh, penambahan kapasitas penerbangan, hingga perpindahan venue menjadi konsekuensi logis popularitasnya. Hal ini memunculkan pertanyaan besar tentang keseimbangan antara pertumbuhan industri olahraga dan pelestarian alam.
Banyak pihak menilai dampak ini sulit dihindari karena permintaan pasar yang sangat tinggi. Messi dianggap sebagai produk utama yang harus terus bergerak, sehingga sistem yang ada pun ikut menyesuaikan dan meningkatkan jejak karbon.
Meskipun kontraknya diperpanjang hingga 2028, tantangan ini tidak akan hilang. Justru Piala Dunia 2026 di Amerika Utara diprediksi akan semakin memperbesar dampak tersebut bagi dunia sepak bola ke depannya.










Discussion about this post