MASAKINI.CO – Pemerintah Aceh menggelontorkan anggaran besar mencapai Rp380 miliar untuk memulihkan lahan pertanian pascabencana.
Sekretaris Daerah Aceh, M. Nasir, mengatakan pemerintah saat ini tengah mempercepat rehabilitasi dan rekonstruksi lahan sebagai langkah menjaga ketahanan pangan sekaligus memulihkan ekonomi masyarakat terdampak.
“Seluruh tahapan kegiatan terus dipercepat, mulai dari perencanaan hingga konstruksi, agar lahan bisa segera kembali produktif,” ujar M. Nasir, Senin (4/5/2026).
Program terbesar berada pada kegiatan optimasi lahan (oplah) sawah rusak ringan yang menjangkau 16 kabupaten/kota seluas 27.071 hektare dengan anggaran Rp155,6 miliar. Namun, hingga kini tahap perencanaan baru mencapai sekitar 45 persen.
Sementara itu, pekerjaan konstruksi senilai Rp124,5 miliar dan pengolahan lahan Rp24,3 miliar masih menunggu rampungnya tahap perencanaan.
Untuk lahan dengan kerusakan sedang, rehabilitasi dilakukan di lima kabupaten dengan luas 4.393 hektare dan anggaran Rp65,2 miliar. Progres di sektor ini relatif lebih cepat, dengan capaian sekitar 3.981 hektare yang dikerjakan bersama kelompok tani dan TNI.
Di sisi lain, pembangunan infrastruktur pendukung seperti irigasi masih tertinggal. Dari rencana 641 unit irigasi perpompaan dengan anggaran Rp98 miliar, baru 70 unit atau sekitar 3,49 persen yang masuk tahap pengerjaan.
Kondisi serupa juga terlihat pada pembangunan irigasi perpipaan yang baru mencapai 24 persen, jaringan irigasi tersier sekitar 8 persen, serta Jalan Usaha Tani yang juga masih di kisaran 8 persen.
Minimnya progres di sejumlah sektor ini menunjukkan tantangan serius dalam percepatan realisasi program, terutama pada tahap administrasi dan perencanaan yang masih menjadi bottleneck.
Meski demikian, M. Nasir menegaskan pemerintah tetap optimistis target program dapat tercapai melalui sinergi berbagai pihak.
“Kami terus berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota, perguruan tinggi, TNI, dan masyarakat agar seluruh program berjalan sesuai target,” katanya.
Pemerintah Aceh menargetkan seluruh program ini mampu mengembalikan produktivitas lahan pertanian sekaligus memperkuat ketahanan pangan di wilayah terdampak bencana. Namun, percepatan realisasi di lapangan menjadi kunci agar anggaran besar tersebut tidak berhenti pada rencana semata.










Discussion about this post