MASAKINI.CO – Situasi Kylian Mbappe di Real Madrid semakin memanas setelah liburannya bersama pasangan menuai kritik keras dari para suporter. Penyerang berusia 27 tahun ini kini menjadi sorotan utama di tengah performa tim yang kurang memuaskan musim ini.
Kedatangan Mbappe di pulau Sardinia saat masa pemulihan cedera dianggap tidak tepat waktu. “Hal ini memicu kemarahan publik, mengingat tim tertinggal 11 poin dari Barcelona di puncak klasemen dan sudah tersingkir dari Liga Champions,” mengutip laporan thesun, Rabu (6/5/2026).
Pihak Mbappe membantah tudingan tersebut melalui pernyataan resmi. Mereka menegaskan bahwa kegiatan atlet tersebut selalu dalam pengawasan medis klub dan tidak mengurangi dedikasinya terhadap tim setiap harinya.
Kontroversi semakin meluas setelah beredar kabar insiden di sesi latihan. Dilaporkan Mbappe sempat berbicara dengan nada tinggi dan menghina staf pelatih yang menandakan posisinya offside, yang berdampak buruk pada suasana ruang ganti.
Sebagai bentuk protes, petisi daring yang menuntut penjualan pemain asal Prancis itu viral di media sosial. Hingga saat ini, dokumen tersebut telah mendapatkan dukungan lebih dari empat juta tanda tangan dari para Madridista.
Meski tekanan publik sangat besar, manajemen klub hingga kini belum mengambil tindakan disiplin. Pelatih Alvaro Arbeloa menyatakan keputusan pribadi pemain di luar jam latihan bukanlah wewenang yang harus diatur.
Situasi ini membuat pertandingan El Clasico mendatang menjadi sangat krusial. Hasil buruk pada laga tersebut dikhawatirkan akan semakin memperburuk suasana dan meningkatkan gelombang ketidakpuasan terhadap Mbappe.










Discussion about this post