MASAKINI.CO — Pelatihan Pembuatan Film Pendek bagi pelajar dan remaja resmi dimulai di SMKN 1 Kota Banda Aceh, Rabu (6/5/2026). Kegiatan yang berlangsung dari April hingga Mei 2026 ini menjadi ruang belajar kreatif bagi siswa untuk mengenal proses produksi film, mulai dari pengembangan ide hingga penulisan skenario.
Pada hari pertama, peserta dibekali materi pengenalan film dokumenter dan film fiksi, disertai dengan sesi pemutaran film sebagai referensi visual. Materi ini bertujuan untuk memperluas pemahaman peserta terhadap ragam pendekatan dalam bercerita melalui medium film.
Selain itu, peserta juga mulai diperkenalkan pada proses penciptaan ide. Dalam sesi ini, mereka diajak untuk menggali cerita dari realitas sekitar, pengalaman pribadi, hingga isu sosial yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Pemateri di hari pertama, Teniro menyampaikan bahwa tahap awal dalam membuat film justru terletak pada kepekaan terhadap ide.
“Film itu berangkat dari keresahan atau hal-hal yang dekat dengan kita. Ide tidak harus jauh, justru yang paling kuat biasanya datang dari lingkungan sekitar,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya memahami perbedaan pendekatan antara film dokumenter dan fiksi.
“Dokumenter berbicara tentang realitas, bagaimana kita merekam dan memaknainya. Sementara fiksi memberi ruang untuk membangun dunia dan cerita, tapi tetap harus terasa jujur,” kata Teniro.
Suasana pelatihan berlangsung interaktif, dengan peserta aktif berdiskusi dan merespons materi yang diberikan. Kegiatan ini diharapkan mampu mendorong pelajar untuk lebih percaya diri dalam mengekspresikan gagasan mereka melalui karya film.
Pelatihan ini akan berlanjut dengan materi penulisan naskah, praktik produksi film dokumenter dan pemutaran sebagai output akhir dari program.






Discussion about this post