MASAKINI.CO – Banjir rob disertai abrasi pantai masih melanda sejumlah wilayah pesisir di Kabupaten Aceh Utara hingga Selasa (19/5/2026). Gelombang laut tinggi akibat cuaca ekstrem menyebabkan air laut terus masuk ke permukiman warga di lima kecamatan.
Wilayah terdampak meliputi Kecamatan Lapang, Seuneuddon, Samudera, Dewantara, dan Muara Batu. Sejumlah gampong yang berada di kawasan pesisir dilaporkan masih tergenang air sejak Jumat (15/5/2026). Selain merendam rumah warga, banjir rob juga menggenangi badan jalan dan area persawahan.
Staff Pusdatin BPBA, Haslinda, mengatakan banjir rob terjadi akibat pasang purnama yang disertai gelombang tinggi sehingga memicu abrasi di beberapa titik pantai.
“Air laut masih menggenangi sebagian rumah warga dan huntara sampai hari ini. Kondisinya dipicu cuaca ekstrem dan gelombang tinggi,” kata Haslinda.
Data sementara menunjukkan ratusan warga di Kecamatan Lapang terpaksa mengungsi ke rumah kerabat. Di Gampong Kuala Cangkoi tercatat 56 kepala keluarga atau 224 jiwa mengungsi, kemudian 103 KK di Gampong Matang Baroh, serta 20 KK atau 58 jiwa di Gampong Kuala Keureuto.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, abrasi pantai dilaporkan merusak kawasan pesisir dan mengancam permukiman warga. Haslinda menyebut masyarakat di wilayah terdampak tetap siaga karena banjir rob dan gelombang tinggi hampir terjadi setiap tahun.
Saat ini, BPBD Aceh Utara masih menyiagakan tim reaksi cepat (TRC) di lapangan serta berkoordinasi dengan muspika untuk penanganan dampak bencana dan pendataan warga terdampak.










Discussion about this post