MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Jumat, Mei 22, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home News

Cakupan Imunisasi Aceh Hanya 33 Persen, Wamenkes Ingatkan Ancaman Campak

Riska Zulfira by Riska Zulfira
22 Mei 2026
in News
0

Wakil Menteri Kesehatan RI, Prof. dr. Dante Saksono Harbuwono bersama ketua Posyandu Aceh Marlina Muzakir dan Wali Kota Banda Aceh Illiza saat mengunjungi Posyandu di Desa Panteriek, Lueng Bata, Jumat (22/5/2026). | Foto: Riska Zulfira/masakini.co

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Cakupan imunisasi anak di Aceh masih menjadi pekerjaan rumah besar bagi pemerintah. Di tengah capaian imunisasi nasional yang mencapai 80,2 persen pada 2025, angka imunisasi di Aceh masih tertinggal jauh di level 33 persen.

Kondisi tersebut menjadi sorotan utama Wakil Menteri Kesehatan RI, Dante Saksono Harbuwono, saat melakukan kunjungan lapangan dan media briefing program percepatan penanganan anak zero dose atau anak yang belum pernah menerima imunisasi di Banda Aceh, Jumat  (22/5/2026).

RelatedPosts

Data Desil Berbeda, BPS Tegaskan Acuan Utama Ada di Kemensos

Sumur Bor Proyek Desa di Aceh Utara Semburkan Gas dan Api Setinggi 75 Meter

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Antam Turun

“Secara nasional cakupan imunisasi sudah 80,2 persen, target kita 90 persen. Tetapi di Aceh cakupannya masih 33 persen. Ini menjadi perhatian serius,” kata Dante.

Rendahnya cakupan imunisasi tersebut dinilai berdampak langsung terhadap meningkatnya kasus penyakit yang sebenarnya dapat dicegah melalui vaksinasi. Hingga tahun ini, tercatat 263 kasus campak ditemukan di Aceh, sementara Kota Banda Aceh menyumbang 24 kasus.

Menurut Dante, salah satu penyebab rendahnya angka imunisasi di Aceh berasal dari faktor pengambilan keputusan dalam keluarga. Berdasarkan temuan di lapangan, keputusan membawa anak untuk imunisasi kerap berada di tangan ayah yang sebagian besar bekerja saat layanan imunisasi berlangsung.

“Di Aceh, yang memutuskan sering kali bapaknya. Ketika bapaknya bekerja dan tidak berada di rumah, keputusan imunisasi tertunda sehingga anak tidak mendapatkan vaksin,” ujarnya.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, Kementerian Kesehatan bersama pemerintah daerah berencana menyesuaikan jadwal pelayanan imunisasi, termasuk membuka layanan pada hari Sabtu atau hari libur agar orang tua dapat ikut terlibat dalam pengambilan keputusan.

Selain kendala akses, Dante menilai masih kuatnya kesalahpahaman masyarakat mengenai efek samping imunisasi juga menjadi hambatan. Banyak orang tua menganggap demam setelah vaksinasi sebagai kondisi berbahaya, padahal hal tersebut merupakan reaksi normal tubuh dalam membentuk kekebalan.

“Kalau setelah imunisasi anak demam, itu justru tanda tubuh sedang membentuk antibodi. Ini demam sehat dan tidak berbahaya,” katanya.

Wamenkes juga menegaskan bahwa isu kehalalan vaksin seharusnya tidak lagi menjadi perdebatan. Ia mengingatkan bahwa ulama telah memberikan kepastian hukum terkait imunisasi.

“Majelis Permusyawaratan Ulama sudah mengeluarkan rekomendasi bahwa imunisasi hukumnya mubah atau boleh. Jadi tidak ada lagi alasan mengaitkan imunisasi dengan isu halal dan haram,” ujarnya.

Tags: Cakupan Imunisasi Aceh RendahCakupan Imunisasi NasionalKemenkes RIMinimnya Kesadaran Imunisasi
Previous Post

Sumur Bor Proyek Desa di Aceh Utara Semburkan Gas dan Api Setinggi 75 Meter

Next Post

Data Desil Berbeda, BPS Tegaskan Acuan Utama Ada di Kemensos

Related Posts

Kemenkes Pastikan Indonesia Belum Temukan Kasus Virus Ebola

by Aininadhirah
20 Mei 2026
0

MASAKINI.CO - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI memastikan hingga saat ini belum ada kasus virus Ebola yang ditemukan di Indonesia. Meski...

Wamenkes Dijadwalkan Kunjungi Banda Aceh, Kemenkes Fokus Pantau Layanan Imunisasi

by Ahmad Mufti
7 Mei 2026
0

MASAKINI.CO - Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) mulai mematangkan persiapan Kunjungan Lapangan Tematik (Kumlaptik) yang akan digelar di Banda...

Virus Nipah Kembali Muncul di India, Kemenkes RI Ingatkan Masyarakat Waspada

by Ulfah
27 Januari 2026
0

MASAKINI.CO - Kehadiran kembali kasus virus Nipah di India membuat berbagai negara meningkatkan langkah antisipasi, termasuk Taiwan dan Thailand yang...

Next Post

Data Desil Berbeda, BPS Tegaskan Acuan Utama Ada di Kemensos

Discussion about this post

CERITA

Dari Dapur Rumahan ke Tanah Suci, Keumamah Aceh Diburu Jemaah Haji

19 Mei 2026

Menabung dari Lumpur Sawah, Halimah Berangkat Haji di Usia 85 Tahun

12 Mei 2026

Ranup yang Perlahan Asing di Tanahnya Sendiri

7 Mei 2026

Dari Kuli Panggul ke Pencerita Visual, Perjalanan Sunyi Yulzi di Balik Lensa

1 Mei 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co