MASAKINI.CO – Jumlah korban meninggal dunia akibat ledakan di ruang mesin Kapal Motor Penumpang (KMP) Aceh Hebat 2 kembali bertambah. Muhammad Bilal Ramzi, warga Sabang yang selama ini menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Daerah dr Zainoel Abidin (RSUDZA) Banda Aceh, meninggal dunia pada Kamis (25/6/2026) malam.
Korban mengembuskan napas terakhir sekitar pukul 20.30 WIB setelah menjalani perawatan medis sejak insiden ledakan yang terjadi di ruang mesin kapal tersebut pada pertengahan Juni lalu.
General Manager PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Banda Aceh, Andri Setiawan, membenarkan kabar meninggalnya Muhammad Bilal Ramzi.
Dengan meninggalnya Bilal, jumlah korban jiwa dalam insiden KMP Aceh Hebat 2 kini bertambah menjadi dua orang. Sebelumnya, korban lain bernama Fakhri Herdieco (19), warga Sumatera Utara, meninggal dunia di RSUDZA pada Sabtu (20/6/2026) lalu setelah menjalani perawatan akibat luka yang dialaminya.
PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya Muhammad Bilal Ramzi dan menyatakan akan terus memberikan pendampingan kepada keluarga korban maupun korban lainnya yang masih menjalani proses pemulihan.
“Atas nama manajemen dan seluruh insan ASDP, kami menyampaikan belasungkawa yang tulus kepada keluarga almarhum. Kepergian almarhum merupakan duka yang mendalam bagi kami,” demikian pernyataan resmi ASDP.
ASDP menyebut sejak insiden terjadi, penanganan korban dan pendampingan terhadap keluarga menjadi perhatian utama perusahaan. Koordinasi terus dilakukan dengan pihak keluarga, rumah sakit, dan berbagai pihak terkait guna memastikan kebutuhan korban dapat terpenuhi secara maksimal.
Perusahaan juga memastikan komitmen pendampingan akan terus diberikan kepada korban lain yang masih menjalani perawatan dan pemulihan pascainsiden.
Di sisi lain, ASDP menegaskan tetap mendukung penuh proses investigasi yang sedang dilakukan oleh pihak berwenang untuk mengungkap penyebab ledakan di ruang mesin KMP Aceh Hebat 2.
Perusahaan juga menyatakan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap aspek keselamatan operasional sebagai bagian dari upaya mencegah kejadian serupa terulang di masa mendatang.
“Keselamatan penumpang, pengguna jasa, dan seluruh insan yang bekerja di lingkungan operasional ASDP merupakan prioritas utama perusahaan,” tulis manajemen ASDP dalam keterangannya.
Hingga saat ini, proses penyelidikan terkait penyebab pasti ledakan masih berlangsung dan ditangani oleh pihak berwenang.









Discussion about this post