MASAKINI.CO – PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) memastikan seluruh biaya penanganan korban meledaknya KMP Aceh Hebat 2 akan ditanggung penuh, termasuk kebutuhan keluarga korban yang datang dari luar daerah untuk mendampingi proses perawatan di Banda Aceh.
General Manager ASDP Cabang Banda Aceh, Andri Setiawan, mengatakan fokus utama perusahaan saat ini adalah memastikan seluruh korban yang dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin (RSUDZA) mendapatkan penanganan terbaik hingga pulih.
“Saat ini fokus kami bersama stakeholder terkait adalah penanganan korban yang sedang dirawat di rumah sakit. Seluruh biaya korban akan kami tanggung sampai sembuh,” kata Andri, Jumat (12/6/2026).
Menurutnya, tanggung jawab ASDP tidak hanya mencakup biaya pengobatan korban, tetapi juga kebutuhan keluarga yang datang dari luar daerah selama berada di Banda Aceh.
ASDP telah membuka posko bantuan dan menyiapkan petugas penghubung (PIC) untuk memudahkan komunikasi dengan keluarga korban, termasuk terkait kebutuhan transportasi, akomodasi, maupun pendampingan selama proses perawatan berlangsung.
“Kami juga sudah berkoordinasi dengan pihak Politeknik Pelayaran. Jika ada keluarga korban yang datang dari luar daerah, silakan menghubungi kami. Semua kebutuhan terkait keberadaan mereka selama di Banda Aceh akan kami bantu,” ujarnya.
Andri menegaskan pihaknya tidak membatasi besaran bantuan yang diberikan. Seluruh kebutuhan yang timbul akibat insiden tersebut akan menjadi tanggung jawab perusahaan.
“Kami tidak melihat besarannya. Yang jelas seluruh biaya korban dan keluarga korban akan kami tanggung secara total,” katanya.
Di sisi lain, ASDP juga memastikan layanan penyeberangan Banda Aceh–Sabang tetap berjalan meski KMP Aceh Hebat 2 untuk sementara tidak dioperasikan selama proses investigasi berlangsung.
Untuk mengantisipasi keterlambatan penumpang dan kendaraan yang belum terangkut akibat insiden tersebut, ASDP menyiapkan layanan makanan dan minuman gratis serta menambah jadwal pelayaran kapal BRR.
“Kami sudah berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait. Kapal BRR akan menambah satu trip pelayaran untuk mengangkut penumpang dan kendaraan yang tertunda,” ujarnya.
Selama KMP Aceh Hebat 2 menjalani pemeriksaan, layanan penyeberangan lintasan Ulee Lheue–Balohan akan dialihkan menggunakan kapal BRR dengan dukungan Dinas Perhubungan, UPTD Pelabuhan Ulee Lheue, serta otoritas pelabuhan di Sabang.
ASDP berharap proses investigasi dapat segera selesai sehingga operasional KMP Aceh Hebat 2 dapat kembali normal dan pelayanan penyeberangan masyarakat tidak terganggu dalam jangka waktu lama.
“Kami berharap investigasi berjalan cepat dan tidak ditemukan hal yang berarti sehingga kapal dapat segera beroperasi kembali,” kata Andri.








Discussion about this post