MASAKINI.CO – Mengenalkan satwa langka sejak dini menjadi cara mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Syiah Kuala (USK) menanamkan kepedulian lingkungan kepada anak-anak di Gampong Cut Langien, Kecamatan Banda Baru, Kabupaten Pidie Jaya.
Melalui lomba mewarnai, mahasiswa KKN USK Kelompok Reguler 11 Periode XXIX memperkenalkan empat satwa kunci Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL), yakni Gajah Sumatra, Badak Sumatra, Orangutan Sumatra, dan Harimau Sumatra kepada puluhan anak di meunasah gampong setempat, Kamis (16/7/2026).
Kegiatan tersebut dikemas dengan pendekatan kreatif agar anak-anak tidak hanya mengenal nama satwa, tetapi juga memahami pentingnya menjaga keberlangsungan hewan endemik yang terancam punah.
Ketua Kelompok KKN USK, Ari Maulana, mengatakan edukasi konservasi perlu diperkenalkan dengan metode yang dekat dengan dunia anak.
“Kami ingin menunjukkan bahwa belajar tentang lingkungan tidak harus selalu melalui teori. Lewat gambar dan mewarnai, anak-anak bisa mengenal satwa kunci TNGL sekaligus memahami pentingnya menjaga hutan dan keanekaragaman hayati,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, anak-anak diberikan gambar empat satwa TNGL untuk diwarnai sesuai kreativitas masing-masing. Selain mendampingi proses mewarnai, mahasiswa juga menjelaskan ciri khas serta peran satwa tersebut dalam menjaga keseimbangan ekosistem.
Menurut Ari, pengenalan satwa sejak usia dini menjadi langkah awal membangun kepedulian terhadap lingkungan. Sebab, keberadaan satwa seperti gajah, badak, orangutan, dan harimau Sumatra tidak hanya menjadi kekayaan alam, tetapi juga bagian penting dari ekosistem hutan Aceh.
Sementara itu, Geuchik Gampong Cut Langien, Muhammad Syahril, S.Pd, mengapresiasi kegiatan tersebut karena memberikan pengalaman belajar baru bagi anak-anak di desanya.
“Kegiatan seperti ini memberikan pengetahuan yang bermanfaat bagi anak-anak. Mereka tidak hanya bermain, tetapi juga belajar mengenal satwa dan pentingnya menjaga lingkungan,” katanya.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa KKN USK berharap kesadaran konservasi dapat tumbuh dari lingkungan terkecil, sehingga anak-anak memiliki pemahaman sejak dini bahwa menjaga hutan dan satwa liar merupakan tanggung jawab bersama.






Discussion about this post