MASAKINI.CO – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Aceh Barat terus meluas. Hingga Minggu (2/8/2026), total luas lahan yang terbakar mencapai sekitar 20,5 hektare dan tersebar di sembilan gampong pada enam kecamatan.
Berdasarkan data Pusdalops BPBD Aceh Barat, kebakaran terjadi di Kecamatan Meureubo, Johan Pahlawan, Samatiga, Woyla Barat, Bubon, dan Arongan Lambalek. Titik terluas berada di Gampong Leuhan, Kecamatan Johan Pahlawan, serta Gampong Cot Seumeurueng, Kecamatan Samatiga, yang masing-masing mencapai sekitar empat hektare.
Selain itu, kebakaran juga menghanguskan sekitar 3,5 hektare lahan di Gampong Paya Lumpat, 2,5 hektare di Gampong Peulante, dua hektare di Gampong Blang Luah, 1,5 hektare di Ujong Tanoh Darat dan Gampong Keub, satu hektare di Gampong Lapang, serta sekitar 0,5 hektare di Gampong Gunong Kleng.
BPBD Aceh Barat melaporkan hingga saat ini tidak ada korban jiwa, warga terdampak maupun pengungsi akibat kebakaran tersebut. Sementara penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan.
Staf Pusdatin BPBA, Haslinda menyampaikan proses pemadaman masih terus berlangsung di sejumlah titik, terutama di Kecamatan Johan Pahlawan, Samatiga, dan Bubon.
“Tim gabungan juga menemukan adanya penambahan titik kebakaran baru di kawasan Putroe Ijo, Gampong Leuhan, Kebun, serta Ujong Tanoh Darat akibat bara api yang terus menjalar di bawah permukaan tanah,” katanya.
Untuk mempercepat penanganan, BNPB mengerahkan drone termal guna memetakan titik panas sebagai dasar pelaksanaan operasi water bombing. Selain itu, Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) juga terus dilakukan untuk membantu proses pemadaman.
Tim gabungan pada Minggu (2/8/2026) memusatkan penanganan di lima lokasi, yakni Jalan Putroe Ijo, Jalan Ujong Beurasok, kawasan Ujong Tanoh Darat ADB di depan Universitas Teuku Umar (UTU), Gampong Blang Luah-Keub, serta Gampong Peulante, Kecamatan Bubon.
Upaya pemadaman melibatkan BPBD Aceh Barat, pos pemadam kebakaran di sejumlah kecamatan, TNI, Polri, BNPB, masyarakat, serta relawan dari Universitas Teuku Umar. Tim gabungan masih terus berupaya mengendalikan api agar tidak meluas ke kawasan lain.










Discussion about this post