MASAKINI.CO – Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal mengajak masyarakat memperkuat budaya gotong royong untuk menjaga kebersihan lingkungan sebagai upaya mengurangi risiko banjir dan menghadapi dampak perubahan iklim.
Ajakan tersebut disampaikan Illiza saat menghadiri kegiatan Gotong Royong Kampung dalam Program Kampung Iklim (Proklim) di Gampong Baru, Minggu (2/8/2026).
Kegiatan itu melibatkan aparatur gampong, warga, dan berbagai unsur terkait dengan fokus membersihkan lingkungan serta saluran drainase.
Illiza mengatakan perubahan iklim membuat cuaca semakin tidak menentu, mulai dari suhu yang lebih panas hingga hujan berintensitas tinggi. Karena itu, menurutnya, upaya menjaga lingkungan harus dimulai dari tingkat gampong.
“Selokan dan drainase harus rutin dibersihkan dari daun, sampah plastik, maupun material lain yang menghambat aliran air. Langkah sederhana ini dapat mengurangi risiko genangan dan banjir saat hujan turun,” kata Illiza.
Dalam kesempatan itu, Illiza juga meninjau sejumlah program pengelolaan lingkungan yang telah diterapkan di Gampong Baru. Di antaranya bank sampah, pengolahan kompos, pengelolaan sampah berbasis Reduce, Reuse, Recycle (3R), serta Waste Collecting Point (WCP) sebagai pusat pemilahan sampah di tingkat gampong.
Menurutnya, pemilahan sampah sejak dari sumber dapat mengurangi volume sampah yang dibawa ke tempat pemrosesan akhir sekaligus meningkatkan nilai ekonomi melalui pemanfaatan kembali sampah yang masih bernilai.
Selain pengelolaan sampah, Gampong Baru juga mengembangkan pertanian perkotaan melalui Kelompok Wanita Tani (KWT). Warga membudidayakan berbagai komoditas, seperti cabai, bawang, kacang tanah, dan tanaman hidroponik untuk mendukung ketahanan pangan keluarga.
Illiza menilai Program Kampung Iklim tidak hanya berfokus pada kebersihan lingkungan, tetapi juga memperkuat ketahanan masyarakat dalam menghadapi dampak perubahan iklim melalui pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.
Ia berharap praktik yang diterapkan di Gampong Baru dapat menjadi contoh bagi gampong lain di Banda Aceh dalam mengembangkan program pelestarian lingkungan berbasis partisipasi masyarakat.










Discussion about this post