MASAKINI.CO – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Syiah Kuala (USK) XXIX Reguler Kelompok 11 menghadirkan ruang pembinaan karakter bagi anak-anak Gampong Cut Langien, Kecamatan Bandar Baru, Pidie Jaya, melalui Festival Anak Sholeh.
Kegiatan tersebut diikuti puluhan anak tingkat TK dan SD bersama orang tua. Festival menghadirkan dua perlombaan utama, yakni lomba azan dan hafalan surah pendek Juz 30.
Ketua Kelompok KKN USK XXIX Reguler 11, Ari Maulana, mengatakan kegiatan tersebut tidak hanya bertujuan mencari pemenang, tetapi menjadi wadah untuk membangun keberanian, kedisiplinan, serta kecintaan anak-anak terhadap Al-Qur’an sejak usia dini.
“Melalui festival ini mereka belajar mencintai Al-Qur’an, berani tampil di depan umum, melatih kepercayaan diri, sekaligus menanamkan nilai-nilai akhlak yang baik,” ujar Ari, Selasa (4/8/2026).
Menurutnya, tingginya antusiasme peserta dan masyarakat menunjukkan kebutuhan terhadap kegiatan pembinaan anak berbasis pendidikan karakter dan keagamaan di tingkat gampong.
Festival yang mengusung tema “Generasi Sholeh dan Sholehah: Berakhlak Mulia, Berprestasi, Percaya Diri, serta Mencintai Al-Qur’an Sejak Dini” itu menjadi salah satu program unggulan mahasiswa KKN dalam mendukung penguatan pendidikan karakter di masyarakat.
Selain menjadi ajang perlombaan, kegiatan tersebut juga dirancang sebagai pengalaman belajar bagi anak-anak untuk tampil percaya diri di hadapan publik. Sejak sore hingga malam, para peserta bergantian menunjukkan kemampuan mengumandangkan azan dan menghafal surah-surah pendek di hadapan dewan juri.
Salah seorang peserta, Aqil Mubarrak, mengaku senang mengikuti kegiatan tersebut karena membuat dirinya lebih termotivasi belajar agama.
“Saya senang sekali bisa ikut lomba ini. Saya jadi lebih rajin menghafal surah dan belajar azan,” katanya.
Geuchik Gampong Cut Langien, Muhammad Syahril, S.Pd, mengapresiasi inisiatif mahasiswa KKN USK yang menghadirkan kegiatan positif bagi anak-anak di desanya.
“Festival ini sangat baik karena mampu menumbuhkan semangat anak-anak untuk belajar agama sejak dini. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut,” ujarnya.








Discussion about this post