MASAKINI.CO – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Literasi LT-31 Universitas Syiah Kuala (USK) mengajak anak-anak di Desa Jruek Balee, Kecamatan Indrapuri, Kabupaten Aceh Besar, mengenal teknik ecoprint melalui pemanfaatan daun dan bunga sebagai bahan pewarna alami sebagai upaya mengembangkan kreativitas sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan sejak usia dini.
Dalam kegiatan itu, anak-anak didampingi mahasiswa KKN membuat motif pada tas kain menggunakan berbagai jenis daun dan bunga yang ditemukan di sekitar desa. Peserta diajak memilih bahan, menyusun pola, hingga memukul daun dan bunga pada kain agar menghasilkan motif alami.
Ketua KKN Tematik Literasi LT-31 USK, Naufal Abrar Lubis mengatakan program ecoprint dipilih untuk menghadirkan kegiatan literasi yang tidak hanya berorientasi pada membaca dan menulis, tetapi juga mendorong kreativitas serta pemanfaatan potensi alam di lingkungan sekitar.
Melalui ecoprint, anak-anak diajak mengenal berbagai jenis daun di sekitar mereka, memahami manfaatnya, kemudian mengolahnya menjadi karya yang bernilai seni.
”Dengan demikian, literasi tidak hanya dipahami sebagai kemampuan membaca buku, tetapi juga sebagai proses belajar, mengamati, berkreasi, dan menghasilkan karya dari lingkungan sekitar,” ujarnya.
Di sisi lain, peserta diharapkan semakin mengenal dan menghargai kekayaan alam yang ada di lingkungan tempat tinggal mereka.
Selama kegiatan berlangsung, anak-anak tampak antusias mengikuti setiap tahapan pembuatan ecoprint. Mereka aktif mencoba berbagai bentuk dan susunan daun untuk menghasilkan motif yang berbeda pada tas kain.
Salah seorang peserta, Syakila Anastasya, mengaku senang mengikuti kegiatan tersebut karena memperoleh pengalaman baru.
“Senang, karena bisa bermain bersama kakak KKN dan membuat tas bunga,” katanya.










Discussion about this post