MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Senin, September 14, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home Daerah

Bungong U hingga Kayu Kelapa, Dekranasda Sabang Kenalkan Kriya Khas Daerah

Redaksi by Redaksi
14 September 2026
in Daerah
0

Puncak Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Dekranasda Kabupaten/Kota se-Aceh 2026 di Banda Aceh, Minggu (13/9/2026). | Foto: Humas Pemko Sabang

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Dekranasda Kota Sabang memperkenalkan sejumlah produk kriya yang mengangkat identitas dan potensi bahan lokal dalam Puncak Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Dekranasda Kabupaten/Kota se-Aceh 2026 di Gedung Utama Dekranasda Aceh, Lampriet, Banda Aceh, Minggu (13/9/2026).

Ketua Dekranasda Kota Sabang Nuri Farisal didampingi Wakil Ketua Dekranasda Kota Sabang Erwani Meutia membawa beragam produk khas Sabang, mulai dari wastra motif Bungong U, kerajinan kayu kelapa, ecoprint binaan Dekranasda hingga baju oleh-oleh khas daerah.

RelatedPosts

Mualem Beri Waktu Sepekan untuk Siapkan Lahan Reintegrasi Eks Kombatan GAM

Wagub Aceh di Forum DPD RI: Perpanjang Otsus, Naikkan Jadi 2,5 Persen untuk Pulihkan Aceh

ACF 2026 Dibuka, Angkat Kuliner sebagai Identitas Budaya dan Penggerak Ekonomi Kreatif

Motif Bungong U menjadi salah satu produk yang diperkenalkan. Terinspirasi dari bunga kelapa yang lekat dengan karakter daerah kepulauan, motif tersebut diterapkan pada kain, syal, bordir hingga busana.

Nuri mengatakan Bungong U terus dikenalkan sebagai bagian dari identitas Sabang melalui produk yang dihasilkan perajin.

“Bungong U ini salah satu motif yang kita ingin terus kenalkan sebagai bagian dari identitas Sabang. Jadi bukan hanya motif, tetapi ada cerita daerah yang kita bawa melalui produk wastra,” kata Nuri.

Potensi bahan lokal juga dikembangkan melalui kerajinan kayu kelapa. Kayu tersebut diolah menjadi berbagai produk fungsional dan suvenir, seperti tempat tisu, set cangkir, talam hingga tempat perhiasan.

“Kita punya banyak bahan lokal yang sebenarnya bisa dikembangkan. Kayu kelapa misalnya, bisa diolah menjadi kerajinan yang punya nilai seni sekaligus nilai ekonomi,” ujarnya.

Sementara itu, ecoprint binaan Dekranasda dari Gampong Ie Meulee memanfaatkan motif alami dari dedaunan yang kemudian diaplikasikan pada kain dan busana.

Nuri mengatakan pembinaan terhadap perajin ecoprint terus dilakukan agar mereka dapat mengembangkan kreativitas dan menghasilkan produk yang sesuai dengan perkembangan pasar.

“Ecoprint ini juga terus kita bina. Kita ingin perajin punya ruang untuk mengembangkan kreativitasnya, karena produk seperti ini punya pasar dan bisa terus dikembangkan sesuai tren,” jelasnya.

Selain produk kriya, Dekranasda Sabang turut memperkenalkan produk UMKM dan olahan pangan khas daerah, seperti Cokelat Sabang, Cokinol, Bakpia Sabang, aneka keripik, dodol dan stik keju.

Keikutsertaan Sabang dalam Rakerda tersebut sekaligus menjadi kesempatan memperkenalkan produk perajin dan pelaku UMKM kepada pasar yang lebih luas.

“Harapannya tentu produk-produk ini semakin dikenal. Kita ingin perajin dan pelaku UMKM Sabang punya kesempatan untuk memperluas pasar, membangun jejaring, dan terus meningkatkan kualitas produknya,” kata Nuri.

Rakerda Dekranasda Aceh 2026 mengusung tema “Cipta Kriya Berkelanjutan Perajin Mendunia”. Forum ini menjadi ruang bagi Dekranasda kabupaten/kota se-Aceh untuk membahas pembinaan perajin, pengembangan produk kriya dan peningkatan daya saing produk lokal.

Tags: Bungong UDekranasda SabangEcoprintKayu KelapaKriya SabangPemerintah SabangUMKM Sabang
Previous Post

Mahasiswa USK Edukasi Warga Rumpet tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat

Next Post

Pasokan Dalam Negeri Terpenuhi, Bawang Merah Brebes Dieskpor ke Thailand

Related Posts

Mahasiswa KKN USK Kenalkan Ecoprint kepada Anak-anak Desa Jruek Balee

by Redaksi
4 Agustus 2026
0

MASAKINI.CO – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Literasi LT-31 Universitas Syiah Kuala (USK) mengajak anak-anak di Desa Jruek Balee,...

Produk UMKM Laku Keras, Sabang Raih Dua Penghargaan

by Ahlul Fikar
18 Juni 2023
0

MASAKINI.CO - Produk-produk UMKM dari pengrajin di Kota Sabang laku keras dalam Pameran Kerajinan Unggulan Kabupaten/Kota Se-Aceh Tahun 2023. "Alhamdulillah...

Sekjen Kemendagri Sarankan UMKM Sabang Berinovasi Kembangkan Bisnis

by Athaillah
19 Maret 2023
0

MASAKINI.CO – Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Suhajar Diantoro menilai produk UMKM masyarakat Sabang berkualitas baik. "Produk UMKM...

Next Post

Pasokan Dalam Negeri Terpenuhi, Bawang Merah Brebes Dieskpor ke Thailand

ACF 2026 Dinilai Berpotensi Kembangkan Wisata Gastronomi

Discussion about this post

CERITA

Jumadin Bawa Kupiah Meukeutop Aceh Menatap Pasar Dunia

25 Agustus 2026

Dari Banda Aceh ke Pelosok Papua, Reza Mencari Potensi yang Tersembunyi di Teluk Wondama

12 Agustus 2026

Sepuluh Tahun Menjaga Tradisi Merah Putih, Kisah Safura Merawat Rezeki dari Lapak Bendera

4 Agustus 2026

Liberika Tangse, Kopi Langka Beraroma Nangka

20 Juli 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co