MASAKINI.CO – Pemerintah Kota Banda Aceh memastikan kondisi ibu kota Aceh kembali aman dan kondusif setelah insiden yang terjadi di kawasan Masjid Raya Baiturrahman, Sabtu (15/8/2026). Pemulihan kawasan menjadi perhatian pemerintah dengan mengerahkan petugas kebersihan untuk membersihkan sejumlah titik terdampak.
Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal mengatakan, Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan dan Keindahan Kota (DLHK3) Banda Aceh langsung menurunkan 75 petugas kebersihan yang dibagi dalam empat tim untuk melakukan pembersihan.
Menurutnya, petugas juga didukung empat unit armada operasional yang digunakan secara bergantian untuk mengangkut sampah dan membersihkan area publik.
“Pasca insiden di Kota Banda Aceh, DLHK3 Banda Aceh menurunkan empat tim dengan 75 petugas kebersihan. Dengan armada yang kita punya, empat unit mobil terus bergerak membersihkan kawasan, dan alhamdulillah kota kita sudah mulai bersih dan kembali kondusif,” kata Illiza, mengutip dari video di media sosial @illizasaaduddin, Minggu (16/8/2026).
Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang membantu menjaga situasi tetap terkendali, termasuk aparat keamanan serta petugas DLHK3 yang bergerak cepat memulihkan kondisi lingkungan kota.
Illiza juga mengajak masyarakat untuk tidak memperpanjang situasi yang terjadi dan bersama-sama menjaga keamanan, perdamaian, serta kebersihan Banda Aceh.
“Kita berharap masyarakat tetap menjaga perdamaian dan menjaga kota ini, karena Banda Aceh adalah milik kita bersama. Kebersihan dan kondusivitas kota menjadi tanggung jawab kita semua,” ujarnya.
Sebelumnya, ribuan massa berkumpul di kawasan Masjid Raya Baiturrahman dalam rangka doa dan zikir memperingati Hari Damai Aceh. Kegiatan yang awalnya berlangsung tertib kemudian sempat memanas hingga terjadi kericuhan di sekitar lokasi.
Namun, Illiza memastikan kondisi Banda Aceh saat ini telah kembali normal. Ia menilai dinamika yang terjadi merupakan bagian dari kehidupan masyarakat dalam menyampaikan pendapat.
“Banda Aceh aman dan kondusif. Ini bagian dari dinamika berdemokrasi, dan kita menghargai setiap proses yang ada,” katanya.
Ia berharap seluruh elemen masyarakat dapat kembali fokus menjaga suasana damai agar aktivitas warga berjalan normal dan pembangunan kota terus berlanjut.
“Insya Allah Banda Aceh tetap ceria, damai, dan terus kita bangun bersama,” tutup Illiza.










Discussion about this post