MASAKINI.CO – Sepuluh tahun setelah meraih juara II pada ajang MTQ Nasional, dosen Universitas Syiah Kuala (USK), Yalizar Rahayu Sitorus, kembali membawa nama Aceh ke panggung nasional. Kali ini, ia dipercaya menjadi utusan Aceh pada MTQ KORPRI Nasional 2026 di Makassar, Sulawesi Selatan.
Yalizar yang merupakan dosen Departemen Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) USK akan berkompetisi pada Cabang Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an (KTIQ) Golongan Puteri.
Ia ditugaskan oleh Dekan FKIP USK, Dr. Amiruddin, S.Pd., M.Si., untuk bergabung bersama kafilah Aceh dalam ajang yang berlangsung 23–30 Agustus 2026 tersebut.
Keikutsertaan Yalizar kali ini terasa istimewa karena cabang yang diikutinya bukan sesuatu yang baru. Pada MTQ Nasional 2016 di Nusa Tenggara Barat (NTB), ia juga turun pada cabang KTIQ dan berhasil membawa pulang posisi juara II.
Pengalaman tersebut kini menjadi modal bagi Yalizar untuk kembali bersaing di tingkat nasional setelah satu dekade berlalu. Ia berharap kesempatan kedua ini dapat kembali menghasilkan prestasi sekaligus mengharumkan nama Aceh dan USK.
“Semoga ikhtiar ini dapat kembali mengharumkan nama Aceh dan USK di tingkat nasional,” ujar Yalizar.
Dalam kompetisi tahun ini, peserta KTIQ akan mengangkat salah satu dari tiga tema yang telah ditetapkan panitia, yakni Birokrasi Bersih, Melayani, dan Bebas Korupsi; Ekoteologi; serta Ketahanan Pangan.
Cabang tersebut tidak hanya menguji kemampuan memahami kandungan Al-Qur’an, tetapi juga menuntut peserta mengolah gagasan secara ilmiah dan mengaitkannya dengan persoalan yang berkembang di masyarakat.
Yalizar berharap pengalaman yang pernah diraihnya pada kompetisi nasional sebelumnya dapat membantunya menghadapi persaingan tahun ini. Ia juga meminta dukungan dan doa dari sivitas akademika USK serta masyarakat Aceh selama mengikuti seluruh rangkaian perlombaan.
“Mohon doanya, agar dimudahkan, berkah, dan mendapatkan hasil terbaik,” pintanya.
MTQ KORPRI Nasional 2026 sendiri diikuti 1.117 peserta yang berasal dari 114 instansi, dengan dukungan 465 official. Ajang tersebut menjadi wadah bagi aparatur sipil negara dari berbagai daerah untuk berkompetisi sekaligus mempererat silaturahmi melalui bidang keagamaan dan keilmuan.







Discussion about this post