MASAKINI.CO – Produk lokal Aceh, Kupiah Meukeutop dari brand Meusyeuhu, mulai memperluas jejaring pasar melalui forum bisnis digital yang mempertemukan pelaku usaha, komunitas, pemerintah, dan dunia usaha di Medan.
Pemilik Meusyeuhu, Jumadin, S.T., membawa produk khas Aceh tersebut dalam kegiatan DigiPreneurs Summit: Gala Dinner & DigiTalk yang digelar Digital Literacy Access bersama Junior Chamber International (JCI) Medan di JW Marriott Hotel Medan, Jumat (21/8/2026) lalu.
Jumadin mengatakan, keikutsertaan Meusyeuhu dalam forum tersebut menjadi kesempatan untuk memperkenalkan produk dengan identitas Aceh kepada jaringan yang lebih luas, sekaligus membuka peluang kolaborasi dengan pelaku usaha dari berbagai daerah.
“Alhamdulillah, sebuah kehormatan bagi saya dapat membawa Meusyeuhu dan memperkenalkan produk lokal Aceh dalam kegiatan DigiPreneurs Summit. Ini menjadi momentum untuk memperluas jejaring, membangun kolaborasi, serta mendorong produk UMKM Aceh agar semakin dikenal dan memiliki daya saing di pasar yang lebih luas,” ujar Jumadin, Senin (24/8/2026).
Menurutnya, pelaku UMKM saat ini tidak cukup hanya mengandalkan pasar lokal. Pemanfaatan teknologi digital dan jaringan bisnis menjadi langkah penting agar produk daerah mampu menjangkau konsumen yang lebih luas, baik tingkat nasional maupun internasional.
Ia menyebut, Kupiah Meukeutop yang dibawa Meusyeuhu tidak hanya menjadi produk kerajinan, tetapi juga membawa nilai budaya dan identitas Aceh ke ruang yang lebih luas.
“Bangga membawa produk Aceh, berinovasi untuk pasar global,” menjadi semangat Meusyeuhu dalam memperkenalkan produk lokal melalui jejaring UMKM dan ekonomi digital.
Jumadin berharap semakin banyak UMKM Aceh mendapat ruang untuk tampil dalam forum bisnis, sehingga pelaku usaha dapat memperoleh akses terhadap teknologi, jaringan pemasaran, dan peluang kerja sama baru.
Ia menilai kolaborasi antara UMKM, komunitas, pemerintah, dan dunia usaha menjadi faktor penting agar produk lokal mampu berkembang serta bersaing di tengah perubahan pola perdagangan yang semakin mengarah ke digital.










Discussion about this post