MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Minggu, September 6, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home Headline

Riset KIL Dorong Warisan Budaya Aceh Jadi Produk Bernilai Ekonomi

Redaksi by Redaksi
22 Agustus 2026
in Headline
0

Tim Peneliti Grand Design Kekayaan Intelektual Lokal (KIL) melakukan audiensi dengan Wali Kota Banda Aceh, Illiza Saaduddin Djamal beserta jajaran Pemerintah Kota Banda Aceh. | Foto: dok untuk masakini.co

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Kekayaan budaya Aceh mulai diarahkan tidak hanya sebagai warisan yang dilestarikan, tetapi juga sebagai sumber ekonomi kreatif berbasis komunitas. Upaya tersebut dibahas dalam audiensi Tim Peneliti Grand Design Kekayaan Intelektual Lokal (KIL) dengan Pemerintah Kota Banda Aceh untuk mendorong hilirisasi budaya lokal menjadi produk bernilai ekonomi.

Audiensi yang berlangsung bersama Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal dan jajaran Pemerintah Kota Banda Aceh itu menjadi ruang pemaparan hasil riset sekaligus pembahasan implementasi model hilirisasi KIL sebagai bagian dari penguatan Banda Aceh menuju kota heritage.

RelatedPosts

Sampah Plastik Disulap Jadi Produk Bernilai Ekonomi di Banda Aceh

Pasokan Semen di Aceh Mulai Stabil, SIG Tambah Pasokan

Akun WhatsApp Warga Mendadak Diblokir, Meta Akui Ada Kesalahan Sistem

Ketua Tim Peneliti Grand Design KIL, Prof. Dr. Inayatillah, M.Ag., mengatakan hasil penelitian tersebut berfokus pada bagaimana pengetahuan, motif, ornamen, serta ekspresi budaya Aceh dapat didokumentasikan, dilindungi sebagai Kekayaan Intelektual Komunal (KIK), dan dikembangkan menjadi produk yang memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Menurutnya, kekayaan budaya Aceh memiliki potensi besar untuk dikembangkan karena jumlah motif dan ornamen yang tersebar dalam berbagai peninggalan sejarah mencapai ratusan hingga ribuan bentuk.

“Riset ini diharapkan dapat bersinergi dengan apa yang sudah diinisiasi Pemerintah Kota Banda Aceh, khususnya dalam meng-KIK-kan motif dan ornamen Aceh sekaligus mendorong proses hilirisasinya,” ujar Prof. Inayatillah.

Ia menjelaskan, tantangan ke depan bukan hanya mencatat dan mendaftarkan kekayaan budaya, tetapi juga membangun sistem agar warisan tersebut dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan tanpa kehilangan nilai budaya dan hak komunitas pemilik pengetahuan.

Karena itu, Grand Design KIL menawarkan sejumlah penguatan, mulai dari penyusunan rekomendasi kebijakan (policy brief), model kelembagaan, mekanisme pemanfaatan dan komersialisasi KIL, keterlibatan industri, hingga skema pembagian manfaat (royalty sharing) bagi komunitas.

“Poin utama dari riset ini adalah membangun sinergisitas antara akademisi, Pemerintah Kota Banda Aceh, dinas terkait, komunitas, pelaku UMKM, dan pihak industri dalam melindungi pengetahuan masyarakat Aceh masa lalu melalui KIK sekaligus mengembangkan potensinya melalui hilirisasi,” jelasnya.

Sementara itu, Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal menyambut baik hasil riset tersebut. Ia menyebut gagasan yang dikembangkan tim peneliti sejalan dengan sejumlah program Pemerintah Kota Banda Aceh bersama Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) dalam mendokumentasikan dan mengembangkan motif budaya Aceh.

Salah satu langkah yang telah dilakukan adalah penyusunan buku dokumentasi berbagai motif Aceh yang bersumber dari warisan budaya, seperti motif batu nisan, rumoh Aceh, tirai kasab Aceh, hingga perhiasan tradisional.

Dokumentasi tersebut tidak berhenti pada pencatatan, tetapi dilanjutkan dengan pengembangan pola motif yang dapat dimanfaatkan oleh pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk menghasilkan produk kreatif.

Pemerintah Kota Banda Aceh juga telah memberikan pelatihan kepada pelaku UMKM agar mampu mengolah motif-motif tersebut menjadi produk bernilai jual. Selanjutnya, berbagai ornamen dan motif tersebut direncanakan akan didaftarkan sebagai kekayaan intelektual melalui Pemerintah Kota Banda Aceh.

Pertemuan tersebut menunjukkan adanya kesamaan arah antara hasil riset Grand Design KIL dan program pemerintah daerah yang sedang berjalan. Kolaborasi ini diharapkan mampu memperkuat pelestarian budaya sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.

Selain pengembangan KIL, kerja sama yang didorong juga mencakup pengembangan museum digital, pelestarian situs cagar budaya, serta promosi wisata berbasis sejarah dan kebudayaan.

Tags: Banda Aceh Kota Heritageekonomi kreatifKekayaan Intelektual LokalKIL AcehPelestarian BudayaPemerintah Kota Banda AcehUMKM Acehwarisan budaya Aceh
Previous Post

Kasus Kekerasan Seksual Anak di Aceh, CFD Banda Aceh Gelar Diskusi Parenting Besok

Next Post

Sawah di Aceh Besar Dialiri Pompa untuk Cegah Gagal Panen

Related Posts

Illiza Serap Aspirasi Kepala Sekolah, Kekurangan Guru hingga Mitigasi Bencana Jadi Perhatian

by Redaksi
2 September 2026
0

MASAKINI.CO – Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal menyerap langsung berbagai persoalan pendidikan dari para kepala sekolah jenjang PAUD,...

Banda Aceh Raih Apresiasi Pemimpin Daerah Award 2026 Kategori Inovasi Daerah

by Ahmad Mufti
28 Agustus 2026
0

MASAKINI.CO – Pemerintah Kota Banda Aceh meraih apresiasi dalam ajang Pemimpin Daerah Award 2026 kategori Inovasi Daerah yang digelar di...

UMKM Aceh Cetak Transaksi Rp7,98 Miliar di KKI 2026, Bukti Produk Lokal Makin Kompetitif

by Riska Zulfira
27 Agustus 2026
0

MASAKINI.CO – Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Aceh mencatatkan capaian positif dalam ajang Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026. Total...

Next Post

Sawah di Aceh Besar Dialiri Pompa untuk Cegah Gagal Panen

Harga Emas Perhiasan Bertahan Rp7,66 Juta per Mayam, Antam Naik

Discussion about this post

CERITA

Jumadin Bawa Kupiah Meukeutop Aceh Menatap Pasar Dunia

25 Agustus 2026

Dari Banda Aceh ke Pelosok Papua, Reza Mencari Potensi yang Tersembunyi di Teluk Wondama

12 Agustus 2026

Sepuluh Tahun Menjaga Tradisi Merah Putih, Kisah Safura Merawat Rezeki dari Lapak Bendera

4 Agustus 2026

Liberika Tangse, Kopi Langka Beraroma Nangka

20 Juli 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co