MASAKINI.CO – Di tengah upaya pencarian ratusan korban hilang akibat banjir bandang dan longsor di Nepal, pemerintah Indonesia masih melakukan penelusuran terhadap keberadaan warga negara Indonesia (WNI), khususnya mereka yang berada di kawasan wisata dan jalur pendakian.
Mengutip BBC, Jumat (28/8/2026), Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI mencatat terdapat 45 WNI yang berdomisili di Kathmandu, Nepal. Mereka diketahui bekerja di sektor perhotelan. Hingga saat ini, belum terdapat laporan mengenai WNI yang menjadi korban dalam bencana tersebut.
KBRI Dhaka, yang memiliki wilayah kerja terkait Nepal, bersama KBRI Beijing terus melakukan koordinasi dan pemantauan untuk memastikan kondisi WNI di negara tersebut.
Selain memantau WNI yang menetap di Nepal, otoritas Indonesia juga berupaya memastikan keberadaan WNI yang kemungkinan sedang melakukan perjalanan wisata maupun pendakian di wilayah terdampak.
“Kami mengimbau agen perjalanan yang memberangkatkan WNI ke Nepal untuk segera menyampaikan informasi mengenai keberadaan dan kondisi WNI, terutama yang sedang melakukan perjalanan atau pendakian,” ujar Kemlu RI.
Banjir bandang dan longsor yang melanda sejumlah wilayah Nepal menyebabkan ratusan orang meninggal dunia dan hilang. Wilayah Nuwakot dan Rasuwa menjadi daerah yang mengalami dampak berat setelah material lumpur, batu, dan air bah menerjang permukiman serta merusak infrastruktur.
Menurut laporan BBC, sebagian korban hilang merupakan warga negara asing yang sedang melakukan perjalanan menuju Gunung Kailash di Tibet, salah satu lokasi yang menjadi tujuan ziarah bagi umat Hindu.
Badan pariwisata Nepal menyebut warga asing yang dilaporkan hilang berasal dari sejumlah negara, termasuk India, Amerika Serikat, Inggris, dan Kanada. Pemerintah Ukraina juga menyatakan puluhan warganya berada di wilayah perbatasan Nepal-Tibet, meski belum ada laporan bahwa mereka menjadi korban meninggal atau luka-luka.
Di Nepal, pencarian korban masih berlangsung. Sejumlah keluarga berkumpul di rumah sakit dan lokasi evakuasi untuk mencari kabar anggota keluarga mereka yang belum ditemukan.
Ram Kumari Shrestha, salah satu warga Nepal, masih mencari suaminya yang hilang saat dalam perjalanan menuju Distrik Rasuwa. Ia belum mendapatkan informasi mengenai keberadaan suaminya sejak sehari sebelum bencana terjadi.
Sementara itu, bantuan internasional mulai berdatangan untuk mendukung penanganan darurat. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengirimkan tim penyelamat dan pasokan medis, serta memperkuat pemantauan risiko kesehatan masyarakat di wilayah terdampak.
India juga mengirimkan bantuan kemanusiaan sekitar 10 ton ke Nepal. Pemerintah India menyatakan dukungan terhadap Nepal dalam menghadapi bencana yang menyebabkan kerusakan besar di sejumlah wilayah.
Hingga kini, proses pencarian korban masih dilakukan oleh otoritas Nepal bersama tim penyelamat. Pemerintah setempat juga terus melakukan pendataan terhadap warga yang terdampak, termasuk wisatawan asing yang belum diketahui keberadaannya.









Discussion about this post