MASAKINI.CO – Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal menyerap langsung berbagai persoalan pendidikan dari para kepala sekolah jenjang PAUD, SD, dan SMP dalam dialog peringatan Hari Pendidikan Daerah (Hardikda) Aceh ke-67 Tahun 2026.
Dialog bertema “Kuatkan Kolaborasi untuk Pendidikan Berkualitas” itu berlangsung di Aula SMPN 1 Banda Aceh, Rabu (2/9/2026). Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi kepala sekolah menyampaikan kondisi dan kebutuhan pendidikan di tingkat satuan sekolah.
Illiza mengatakan, peningkatan kualitas pendidikan membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, sekolah, guru, orang tua, dan masyarakat. Menurutnya, pemerintah perlu mengetahui langsung persoalan yang dihadapi sekolah agar kebijakan yang dibuat lebih tepat sasaran.
“Yang ingin kita dengarkan langsung adalah kondisi riil dari bapak ibu. Bagaimana guru-guru bekerja, berinteraksi dengan orang tua, serta berbagai persoalan yang muncul setiap hari dan dihadapi,” ujar Illiza.
Dalam dialog tersebut, sejumlah persoalan pendidikan menjadi perhatian, salah satunya kekurangan tenaga pendidik. Illiza menyebut Banda Aceh masih membutuhkan tambahan sekitar 70 hingga 80 guru untuk memenuhi kebutuhan pembelajaran.
Pemerintah Kota Banda Aceh, kata dia, akan mencari solusi terhadap kebutuhan tersebut, termasuk melalui kerja sama dengan perguruan tinggi, program relawan guru, serta pemanfaatan pembelajaran daring.
Sementara terkait usulan pembukaan formasi PPPK guru untuk sekolah swasta, Illiza menyebut hal itu masih menunggu kebijakan terbaru dari pemerintah pusat.
Selain tenaga pendidik, Illiza juga menyoroti pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman bagi peserta didik. Ia meminta sekolah bersama orang tua memperkuat pencegahan terhadap perundungan (bullying) serta berbagai pengaruh negatif yang dapat memengaruhi perkembangan anak.
Di sisi lain, kesiapsiagaan bencana di sekolah juga menjadi perhatian. Illiza mengatakan Pemko Banda Aceh akan kembali memperkuat edukasi mitigasi bencana melalui kerja sama dengan Kota Higashimatsushima, Jepang.
“Ke depan, kita akan menggelar lagi tsunami drill di lingkungan sekolah dengan melibatkan komunitas dalam upaya mitigasi bencana,” katanya.
Illiza juga meminta sekolah menjaga kebersihan lingkungan, terutama fasilitas sanitasi. Ia menegaskan akan melakukan pemantauan langsung ke sejumlah sekolah, termasuk kondisi toilet.
“Saya akan keliling ke sekolah-sekolah untuk mengecek langsung, terutama toilet. Setiap sekolah juga harus menjalankan program 3R: reduce, reuse, recycle,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Illiza turut mengingatkan pentingnya transparansi pengelolaan keuangan sekolah agar kepercayaan orang tua tetap terjaga. Ia menegaskan setiap sumbangan kegiatan dari orang tua harus bersifat sukarela dan tidak ditentukan nominalnya.
Terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG), Illiza meminta kepala sekolah ikut memastikan pelaksanaannya berjalan aman, bersih, higienis, dan layak dikonsumsi siswa.
Melalui dialog tersebut, Pemko Banda Aceh menargetkan berbagai persoalan pendidikan dapat ditindaklanjuti sebagai bagian dari upaya meningkatkan mutu pendidikan di Kota Banda Aceh.








Discussion about this post