MASAKINI.CO – Pemerintah Kota Banda Aceh resmi memperkuat kerja sama dengan Kota Higashimatsushima, Jepang melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) yang dilakukan secara daring, Rabu (26/8/2026).
MoU tersebut ditandatangani langsung oleh Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal dan Wali Kota Higashimatsushima Iwao Atsumi. Penandatanganan ini turut disaksikan Wakil Wali Kota Banda Aceh, Sekretaris Daerah Kota Banda Aceh, serta sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemko Banda Aceh.
Kerja sama kedua kota akan berfokus pada lima bidang utama, yakni pengurangan risiko bencana dan penguatan ketahanan bencana, pengembangan ekonomi lokal termasuk sektor perikanan dan pertanian, keberlanjutan sosial dan lingkungan, pendidikan serta pengembangan keterampilan, dan bidang lain yang disepakati bersama.
Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal mengatakan, kerja sama tersebut diharapkan tidak berhenti pada penandatanganan dokumen, tetapi dapat diwujudkan melalui program nyata yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
“Kami berharap apa yang kita sepakati hari ini benar-benar menjadi langkah nyata. Ada kegiatan yang kita jalankan bersama, ada pengetahuan yang kita tukarkan, dan tentu saja ada manfaat yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat kedua kota,” ujar Illiza.
Menurut Illiza, penandatanganan MoU ini menjadi momentum penting untuk kembali memperkuat hubungan kedua kota setelah sebelumnya telah memiliki kerja sama yang dimulai sejak 2014.
Ia menyebutkan, meskipun MoU sebelumnya berakhir pada 2020, hubungan antara Banda Aceh dan Higashimatsushima tetap berjalan melalui berbagai pertukaran dan komunikasi.
“Persahabatan kita tidak pernah berakhir. Saya sangat bersyukur dan gembira karena kita kembali memiliki payung kerja sama yang baru,” katanya.
Illiza menilai pengalaman kedua kota dapat saling melengkapi. Higashimatsushima memiliki pengalaman dalam membangun kota tangguh dan berkelanjutan, sementara Banda Aceh memiliki potensi serta pengalaman dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan, termasuk pemulihan pascabencana.
Ke depan, kerja sama tersebut tidak hanya diarahkan pada bidang kebencanaan dan perikanan, tetapi juga berpotensi dikembangkan ke sektor strategis lainnya seperti pemberdayaan ekonomi, pendidikan, pariwisata, kesehatan, pengelolaan sampah, hingga energi terbarukan.
“Penandatanganan MoU hari ini bukan sebagai akhir dari sebuah proses, tetapi sebagai awal dari lebih banyak kerja nyata,” ujar Illiza.
Sementara itu, Wali Kota Higashimatsushima Iwao Atsumi menyampaikan bahwa kerja sama dengan Banda Aceh akan menjadi langkah untuk memperkuat hubungan kedua kota sekaligus membuka peluang pengembangan potensi masing-masing daerah.
Ia mengatakan sejumlah bidang yang menjadi perhatian dalam kemitraan tersebut meliputi pencegahan dan penanggulangan bencana, pengembangan industri, serta pertukaran budaya dan pendidikan.
“Saya berharap Kota Higashimatsushima dan Kota Banda Aceh dapat berkembang semakin maju, sehingga masa depan masyarakat kedua kota menjadi semakin cerah, sejahtera, dan bahagia,” kata Iwao.










Discussion about this post