MASAKINI,CO – Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal menegaskan perubahan kebijakan anggaran Pemerintah Kota Banda Aceh tidak hanya sebatas dokumen perencanaan, tetapi harus diwujudkan dalam program yang terukur, peningkatan pelayanan publik, serta manfaat yang dirasakan langsung oleh masyarakat.
Hal itu disampaikan Illiza saat memberikan jawaban Pemerintah Kota Banda Aceh terhadap laporan Badan Anggaran DPRK terkait Rancangan Kebijakan Umum Perubahan APBK (KUPA) dan Perubahan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Tahun Anggaran 2026 dalam sidang paripurna DPRK Banda Aceh, Selasa (1/9/2026).
Illiza menyampaikan apresiasi terhadap berbagai pandangan, masukan, dan kritik yang disampaikan DPRK selama proses pembahasan. Menurutnya, masukan legislatif menjadi bagian penting dalam penyempurnaan kebijakan anggaran agar lebih tepat sasaran dan sesuai kebutuhan masyarakat.
“Pemerintah Kota memandang bahwa berbagai pandangan dan masukan tersebut merupakan bagian yang fundamental dalam proses pembahasan dan penyempurnaan KUPA dan PPAS Tahun Anggaran 2026,” ujar Illiza.
Ia mengatakan pembahasan bersama DPRK mencerminkan tanggung jawab bersama dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang partisipatif, transparan, dan akuntabel.
Menurutnya, setiap kebijakan anggaran diarahkan untuk mendukung prioritas pembangunan daerah, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta memperkuat kesejahteraan masyarakat Kota Banda Aceh.
Dalam pembahasan perubahan anggaran, salah satu perhatian Pemerintah Kota adalah percepatan realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Illiza menyebutkan, hingga akhir Agustus 2026, realisasi PAD Kota Banda Aceh mencapai Rp253,997 miliar atau sekitar 58,26 persen dari target Rp435,966 miliar.
Untuk meningkatkan pencapaian PAD, seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) pengelola PAD telah menandatangani perjanjian proyeksi realisasi PAD pada 11 Agustus 2026. Dokumen tersebut berisi target waktu pencapaian, strategi, serta langkah penyelesaian terhadap kendala yang dihadapi.
Pemko Banda Aceh akan mengoptimalkan PAD melalui dua pendekatan, yakni intensifikasi dan ekstensifikasi.
Melalui intensifikasi, pemerintah akan memaksimalkan penerimaan dari potensi yang sudah ada dengan mendorong digitalisasi dan elektronifikasi pembayaran pajak serta retribusi.
“Ketika pelayanan pembayaran dibuat sederhana dan nyaman, kepatuhan masyarakat pun akan tumbuh dengan sendirinya,” kata Illiza.
Sementara itu, ekstensifikasi dilakukan dengan menggali potensi penerimaan baru yang tetap sesuai aturan.
“Bukan dengan menambah beban masyarakat, tetapi dengan mengoptimalkan potensi daerah yang selama ini belum tergarap secara maksimal,” ujarnya.
Infrastruktur dan Pelayanan Publik Jadi Prioritas
Selain anggaran dan PAD, Pemerintah Kota Banda Aceh juga merespons sejumlah persoalan yang berkaitan langsung dengan kenyamanan masyarakat, mulai dari infrastruktur hingga pengelolaan fasilitas publik.
Terkait kerusakan sejumlah tanggul, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) akan meningkatkan pemantauan dan evaluasi secara berkala, terutama pada wilayah yang memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap kerusakan maupun luapan air.
Pemko juga akan berkoordinasi dengan Dinas Pengairan Aceh dan Balai Wilayah Sungai (BWS) I Aceh untuk menentukan langkah penanganan berdasarkan tingkat urgensi.
Untuk ruas jalan yang terdampak pekerjaan galian, Illiza meminta Dinas PUPR melakukan pendataan, pemantauan, dan perbaikan terhadap jalan yang mengalami kerusakan.
Sementara terkait kabel dan jaringan utilitas yang belum tertata, Pemerintah Kota telah membentuk tim untuk melakukan pengawasan, pengendalian, serta penertiban secara bertahap bersama penyelenggara jaringan utilitas.
Di sektor parkir, Illiza menyatakan pengelolaan oleh pihak ketiga akan terus dievaluasi. Apabila hasil kerja sama tidak mencapai target hingga akhir tahun, Pemko akan mempertimbangkan skema pengelolaan lain yang lebih efektif dan akuntabel.
Selain itu, opsi penerapan parkir berlangganan juga akan dikaji dengan menyesuaikan ketentuan peraturan perundang-undangan.










Discussion about this post