MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Jumat, Oktober 23, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home News

Potensi Akar Kuning Papua Barat Mulai Digali Tim Ekspedisi Patriot UI

Aininadhirah by Aininadhirah
8 September 2026
in News
0

TEP UI 2026 bersama masyarakat lokal mencari potensi di hutan akar kuning | Foto : Dok untuk masakini.co

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Di tengah lebatnya hutan Papua Barat, masyarakat Werianggi-Werabur, Distrik Nikiwar, Kabupaten Teluk Wondama, telah lama mengenal berbagai tumbuhan yang tumbuh di sekitar mereka. Salah satunya akar kuning, tanaman lokal yang selama ini dimanfaatkan sebagai bahan ramuan tradisional.

Bagian akar atau batang akar kuning biasanya direbus, kemudian air rebusannya diminum. Masyarakat secara turun-temurun memanfaatkannya untuk membantu mengatasi sejumlah keluhan kesehatan, seperti demam, diare, penyakit kuning, gangguan hati hingga keluhan yang berkaitan dengan peradangan atau infeksi.

RelatedPosts

Banjir Genangi Rumah Warga di Dua Kecamatan Aceh Besar, Ketinggian Air 50 Cm

Kapolri Tinjau Laboratorium Sabu Ilegal di Pidie

Dedisyah Terpilih Pimpin APPSI Banda Aceh Periode 2026–2031

Pengetahuan masyarakat tersebut kini mulai mendapat perhatian melalui kegiatan Tim Ekspedisi Patriot Universitas Indonesia (UI) 2026 di kawasan Werianggi-Werabur. Akar kuning menjadi salah satu potensi sumber daya hayati lokal yang digali untuk melihat kemungkinan pengembangannya melalui penelitian.

Ketua Tim Ekspedisi Patriot UI, Tri Wahyuni, mengatakan akar kuning merupakan salah satu komoditas hasil hutan yang banyak dimanfaatkan masyarakat dan memiliki prospek untuk dikembangkan.

“Akar kuning merupakan salah satu komoditas unggulan hasil hutan yang banyak dimanfaatkan untuk penyakit dalam, prospek ke depannya pasti akan sangat baik untuk dijadikan produk obat/kesehatan,” ungkap Tri, Selasa (8/9/2026).

Melalui Ekspedisi Patriot UI 2026, pemanfaatan tanaman lokal tersebut tidak berhenti pada pengetahuan tradisional. Tim membawa pendekatan hilirisasi untuk menghubungkan sumber daya hayati dengan penelitian, teknologi hingga peluang pengembangan produk.

Prosesnya dimulai dari pengumpulan bahan baku yang kemudian dapat dilanjutkan dengan penelitian laboratorium. Sampel akar kuning dari Werianggi dapat diteliti untuk mengetahui karakteristik kimia, kandungan senyawa, potensi bioaktif, serta aspek keamanan dan kualitasnya.

Hasil penelitian nantinya menjadi dasar untuk menentukan kemungkinan pengembangan lebih lanjut. Jika ditemukan potensi yang menjanjikan, proses dapat dilanjutkan melalui formulasi dan pengujian yang lebih spesifik sebelum diarahkan menjadi produk.

Akar Kuning hasil Hutan Werianggi-Werabur Papua barat | Foto : Dok untuk masakini.co

Namun, perjalanan dari tanaman hutan menjadi produk kesehatan tidak berlangsung singkat. Tanaman yang selama ini dipercaya masyarakat memiliki khasiat tidak serta-merta dapat disebut sebagai obat. Diperlukan bukti ilmiah, pengujian keamanan, standardisasi, formulasi hingga pemenuhan regulasi.

Aspek keberlanjutan juga menjadi perhatian. Pemanfaatan akar sebagai bahan baku perlu dilakukan dengan cara yang tidak mengancam keberadaan tanaman di alam. Pengambilan secara berlebihan justru dapat mengurangi populasi tanaman yang menjadi sumber bahan baku tersebut.

Karena itu, hilirisasi sumber daya hayati tidak hanya berbicara mengenai bagaimana menghasilkan produk bernilai ekonomi. Proses tersebut juga perlu memastikan kekayaan alam tetap terjaga dan masyarakat lokal tidak kehilangan sumber daya yang selama ini menjadi bagian dari kehidupan mereka.

Tags: Akar Kuning Papua BaratEkspedisi Patriot UI 2026Potensi PapuaTumbuhan Akar Kuning
Previous Post

Pakar Soroti Pengetahuan soal Bencana Belum Berubah Menjadi Aksi

Next Post

Harga Tomat dan Bawang Merah di Banda Aceh Turun

Related Posts

No Content Available
Next Post

Harga Tomat dan Bawang Merah di Banda Aceh Turun

Bandara Terdampak Abu Vulkanik Anak Krakatau Kembali Dibuka, Kemenhub Wajibkan Pemeriksaan Pesawat

Discussion about this post

CERITA

Desa Wisata Ulee Lheue Tawarkan Sensasi Ngopi di Atas Perahu

22 Oktober 2026

Kisah Abdul Majid, 21 Tahun Menyambung Alas Kaki demi Menghidupi Keluarga

14 Oktober 2026

PFI Malang Rekam Cerita di Balik Pangan Lewat Pameran Foto

25 September 2026

Dari Teras Rumah, Nova Mengubah Hobi Memotret Makanan Jadi Profesi

16 September 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co

 

Memuat Komentar...