MASAKINI.CO – Pemerintah Kabupaten Aceh Besar bersama Tim Penggerak PKK memperkuat kolaborasi pengasuhan anak melalui Program TAMASYA sebagai upaya memastikan pemenuhan kebutuhan anak sejak masa kehamilan hingga usia dua tahun.
Penguatan program tersebut dilakukan dalam kegiatan Penguatan dan Sinergitas Kemitraan Program TAMASYA dalam rangka Fasilitasi Kemitraan Pengasuhan 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) bagi mitra strategis tingkat kecamatan dan desa, yang berlangsung di Balai Penyuluhan KB Kecamatan Ingin Jaya, Rabu (9/9/2026).
Ketua TP-PKK Aceh Besar, Hj. Rita Mayasari, mengatakan periode 1.000 HPK merupakan masa penting yang menentukan kualitas kesehatan, pertumbuhan, dan perkembangan anak. Karena itu, pengasuhan anak tidak bisa hanya menjadi tanggung jawab orang tua, tetapi membutuhkan dukungan berbagai pihak.
“Pengasuhan 1.000 HPK merupakan tanggung jawab bersama. Sinergitas antara keluarga, pemerintah, kader PKK, Posyandu, tenaga kesehatan, dan seluruh mitra strategis harus terus diperkuat agar anak-anak di Aceh Besar dapat tumbuh dan berkembang secara optimal,” ujar Rita.
Menurutnya, keluarga tetap menjadi lingkungan pertama dalam membentuk karakter dan tumbuh kembang anak. Namun, keluarga juga membutuhkan pendampingan agar mampu menerapkan pola pengasuhan yang baik, memenuhi kebutuhan gizi, serta menjaga kesehatan ibu dan anak.
Ia menjelaskan, kader di tingkat kecamatan hingga desa memiliki peran penting karena menjadi penghubung langsung dengan masyarakat. Kader dapat membantu memberikan edukasi sekaligus mendampingi keluarga, terutama yang memiliki ibu hamil, bayi, dan balita.
“Kita ingin pengetahuan tentang pengasuhan yang baik tidak hanya berhenti dalam kegiatan sosialisasi, tetapi benar-benar diterapkan dalam kehidupan keluarga. Kader memiliki peran penting untuk memastikan pendampingan berjalan hingga ke tingkat keluarga,” katanya.
Rita menambahkan, keberhasilan Program TAMASYA membutuhkan kerja sama lintas sektor agar berbagai persoalan yang berkaitan dengan pengasuhan, gizi, kesehatan ibu dan anak, hingga pencegahan gangguan tumbuh kembang dapat ditangani secara lebih efektif.
“Kita harus membangun pola kerja yang terintegrasi. Semua pihak harus memiliki komitmen yang sama karena persoalan anak tidak bisa diselesaikan oleh satu pihak saja,” tegasnya.









Discussion about this post