MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Selasa, September 15, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home Nasional

62 Duta Bahasa dari 31 Provinsi Bersaing di Ajang Nasional 2026

Riska Zulfira by Riska Zulfira
15 September 2026
in Nasional
0

Pemilihan Duta Bahasa Tingkat Nasional Tahun 2026 | Foto: Kemendikdasmen

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Sebanyak 62 Duta Bahasa dari 31 provinsi mengikuti Pemilihan Duta Bahasa Tingkat Nasional 2026 di Jakarta, 14–19 September 2026. Ajang ini menjadi ruang bagi generasi muda untuk menunjukkan peran mereka dalam menjaga penggunaan bahasa Indonesia dan pelestarian bahasa daerah di tengah perubahan pola komunikasi akibat digitalisasi.

Pemilihan tersebut digelar Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah melalui Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. Selain memilih duta terbaik, kegiatan ini diarahkan untuk meningkatkan peran generasi muda dalam menjalankan prinsip Trigatra Bangun Bahasa, yakni mengutamakan bahasa Indonesia, melestarikan bahasa daerah, dan menguasai bahasa asing.

RelatedPosts

Pasokan Chip Menipis, Harga PC dan Laptop Diprediksi Naik 2027

Suahasil Nazara Dilantik Jadi Menteri Keuangan, Gantikan Purbaya

BPOM Temukan 31 Obat Bahan Alam Bermasalah, 15 Pakai Nomor Izin Edar Fiktif

Ketua Bulan Bahasa dan Sastra, Eko Marini, mengatakan rangkaian penjurian berlangsung selama enam hari sebelum ditutup melalui acara puncak di Kompleks Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Senayan, Jakarta.

Plt. Kepala Pusat Pembinaan Bahasa dan Sastra, Hidayat Widianto, menegaskan predikat Duta Bahasa bukan sekadar gelar yang berlaku selama kompetisi. Menurutnya, status tersebut melekat seumur hidup dan membawa tanggung jawab untuk menjadi representasi generasi Indonesia dalam bersikap terhadap bahasa.

“Tidak ada istilah pensiunan Duta Bahasa karena gelar ini melekat seumur hidup pada nama peserta. Ini bukan tugas sampingan, melainkan komitmen untuk menjadi representasi orang Indonesia yang ideal melalui sikap kebahasaan,” ujar Hidayat dalam keterangan resminya.

Ia meminta para finalis turut mengubah cara pandang masyarakat terhadap bahasa Indonesia agar tidak dianggap kaku. Bahasa Indonesia, kata dia, harus dapat tampil luwes, fleksibel, dan menarik sehingga lebih dekat dengan generasi muda.

Isu perubahan bahasa akibat digitalisasi juga menjadi perhatian peserta. Finalis asal Kepulauan Riau, Imanuel Maitri Wisan Junior, mengatakan perkembangan teknologi turut memengaruhi cara masyarakat berkomunikasi.

“Saya sendiri ikut tertarik mengikuti Pemilihan Duta Bahasa itu karena banyak sekali bahasa yang sudah dipengaruhi oleh digitalisasi,” kata Imanuel.

Ia ingin menggunakan peran tersebut untuk mengajak masyarakat dan generasi muda menggunakan bahasa Indonesia dengan baik dan benar sesuai konteks, sekaligus melestarikan bahasa daerah dan menguasai bahasa asing.

Menurut Imanuel, penggunaan bahasa yang tepat dapat membuat komunikasi lebih efektif sekaligus mendukung peningkatan literasi masyarakat.

Sementara itu, finalis perwakilan Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara, Rija Ulia Mayri, melihat bahasa Indonesia dan bahasa daerah memiliki fungsi yang berbeda tetapi saling melengkapi.

“Bahasa Indonesia adalah hal yang mempersatukan kita dan bahasa daerah adalah hal yang membuat kita terlihat unik,” ujar Rija.

Selain menjalani kompetisi, para finalis juga akan dinilai untuk menentukan pemenang terbaik, pemenang harapan, dan pemenang terfavorit Duta Bahasa Nasional 2026.

Pembukaan kegiatan ditandai dengan penyematan samir kepada dua perwakilan finalis, yakni Maelewis J. R. dari Kepulauan Riau dan Rija Ulia Mayri dari Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara.

Tags: Badan BahasaBahasa DaerahBahasa IndonesiaDigitalisasiDuta Bahasa Nasional 2026Generasi Muda
Previous Post

Pasokan Chip Menipis, Harga PC dan Laptop Diprediksi Naik 2027

Related Posts

Manuskrip Al-Qur’an Aceh Berusia 180 Tahun Mulai Didigitalisasi

by Riska Zulfira
27 Agustus 2026
0

  MASAKINI.CO – Sebuah manuskrip Al-Qur’an peninggalan ulama Aceh yang diperkirakan berusia sekitar 180 tahun kini mulai didigitalisasi sebagai upaya...

BSI Luncurkan Hasanah KKI Card, Kartu Pembiayaan Syariah Terhubung QRIS

by Riska Zulfira
19 Agustus 2026
0

MASAKINI.CO - PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) meluncurkan BSI Hasanah KKI Card, kartu pembiayaan syariah yang memanfaatkan jaringan...

Syech Muharram: Generasi Muda Jangan Kehilangan Sejarah dan Bahasa Aceh

by Ahmad Mufti
16 Agustus 2026
0

MASAKINI.CO – Bupati Aceh Besar H. Muharram Idris atau Syech Muharram mengingatkan generasi muda agar tidak kehilangan sejarah dan identitas...

Discussion about this post

CERITA

Jumadin Bawa Kupiah Meukeutop Aceh Menatap Pasar Dunia

25 Agustus 2026

Dari Banda Aceh ke Pelosok Papua, Reza Mencari Potensi yang Tersembunyi di Teluk Wondama

12 Agustus 2026

Sepuluh Tahun Menjaga Tradisi Merah Putih, Kisah Safura Merawat Rezeki dari Lapak Bendera

4 Agustus 2026

Liberika Tangse, Kopi Langka Beraroma Nangka

20 Juli 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co